Home > Berita > Umum

Kakanwil Kemenag Aceh Resmikan Belasan Meunasah Bantuan ACT

Kakanwil Kemenag Aceh Resmikan Belasan Meunasah Bantuan ACT
Kakanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh, meresmikan 13 unit meunasah yang dibangun dan direhab oleh ACT di Grong-Grong Krueng, Meureudu, Pijay, Sabtu (20/5/2017).
Minggu, 21 Mei 2017 14:34 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, M Daud Pakeh, meresmikan 13 unit meunasah yang dibangun dan direhab oleh Aksi Tanggap Cepat (ACT) pascagempa yang melanda Pidie Jaya, Desember 2016 lalu. 

Acara peresmian tersebut, secara simbolis ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyuddin dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi yang dipusatkan di Grong-Grong Krueng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Sabtu (20/5/2017) kemarin.

Dari 13 meunasah yang dibangun itu, 5 unit di antaranya hancur total, sementara 8 unit lainnya rusak berat dan ringan.

loading...
Lokasi pembangunan meliputi Kecamatan Meureudu yang berjumlah 2 unit, Trienggadeng 4 unit, Bandar Dua 3 unit, Bandar Baru 2 unit dan Kecamatan Panteraja dan Ulim masing-masing satu unit.

Ads
Dalam sambutannya, Kakanwil mengapresiasi langkah yang dilakukan  ACT yang bergerak cepat dalam membangun dan merehab kembali sejumlah tempat ibadah pascagempa yang melanda di daerah tersebut.

"Terima kasih kepada ACT yang telah melakukan inisiasi pembangunan kembali meunasah di Pidie Jaya." ujar Kakanwil.

Di sela-sela penandatangan prasasti, Kakanwil mengimbau agar masyarakat menjaga dan memelihara serta memakmurkan meunasah bantuan tersebut. 

"Meunasah yang telah dibangun ini adalah milik kita bersama, mari sama-sama menjaga dan merawatnya dan yang terpenting adalah memakmurkan meunasah," ujar Kakanwil.

Selain itu, Ia juga menyampaikan, dalam aksi tanggap darurat Pidie Jaya, Kementerian Agama RI juga mengambil peran penting dengan membangun 30 rumah tumbuh serta musala dan masjid di Gampong Lhok Puuk Kecamatan Pante Raja.

Pembangunan tersebut bersumber dari Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) Kemenag yang dikelola oleh Baznas.

Tidak hanya itu, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan perkantoran MTsN Pangwa (MTsN 5 Pidie Jaya) yang roboh akibat gempa juga dibangun dengan dana yang terkumpul dari ASN Kementerian Agama dan anak- anak madrasah.

Oleh karenanya, Kakanwil yang juga merupakan putra Pidie Jaya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menginisiasi percepatan rehab rekon akibat musibah gempa itu.

Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan, dana yang bersumber dari pemerintah hingga saat ini belum bisa digunakan karena terikat dengan aturan.

Sementara bangunan yang sedang dan sudah dilaksanakan selama ini adalah atas uluran tangan donatur, termasuk sejumlah sarana bidang keagamaan.

Sementara Presiden ACT, dalam sambutannya menyampaikan, dana untuk pembangunan 13 unit sarana ibadah tersebut bersumber dari ribuan donatur di Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp13,8 miliar.

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Pidie Jaya, Banda Aceh
wwwwww