Home > Berita > Pidie

Sejarah Gugurnya 13 Pahlawan Perang Cumbok di Nagan Raya

Sejarah Gugurnya 13 Pahlawan Perang Cumbok di Nagan Raya
Tagana Dinas Sosial setempat berdiri di samping peti para pahlawan Perang Cumbok di Nagan Raya, Kamis (18/5/2017). [Arif]
Jum'at, 19 Mei 2017 08:29 WIB
Penulis: Arif

SUKA MAKMUE - Sejarah gugurnya 13 pahlawan di Kabupaten Nagan Raya ialah saat memanasnya Perang Cumbok, yaitu perang saudara antara pemerintah dan anggota Cumbok yang awalnya berpusat di Kabupaten Pidie dan meluas ke barat selatan Aceh.

Dandim Nagan Raya Letnan kolonel Kav M Wahyudi dalam amanatnya menceritakan, Perang Cumbok yang meluas ke barat selatan Aceh terutama ke Blang Tripa dan Gampong Alue Waki atau saat ini dikenal Gunong Kong Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.
 
Di mana pada 14 juli 1948, pasukan Cumbok menyerang wilayah Ulee Jalan. Dalam pertempuran mendadak tersebut sebanyak 11 orang kusuma bangsa gugur dari pihak TNI dan Mobil Brigade (Mobrig).
 
Berikut 11 anggota TNI dan Brimob yang gugur pada saat terjadi Perang Cumbok pada 14 Juni 1948, di antaranya Sertu T Bustamam, Sertu Mustafa, Serda Rusli, Kopral Abdullah, Pratu Marhaban, Pratu Usman Isa, Pratu Suparjo, Pratu Abu Bakar, Pratu Muhammad, Pratu Muhammad Ali, dan satu lainnya tak diketahui namanya.
 

Selain pahlawan Perang Cumbok, terdapat pahlawan lainnya yang merupakan anggota Koramil Seunagan atas nama Serma T Ibrahim. Ia gugur tengelam di Sungai Krueng Kila pada 1982, saat melaksanakan pengawalan terhadap Menpora Abdul Ghofur berkunjung ke kampung neneknya di Gampong Kila.
 
Selanjutnya satu orang tidak dikenal, baik identitas maupun riwayat hidupnya seperahu dengan Serma T Ibrahim, namun makamnya berada di Kompleks TMP Gampong Latong.

Adapun pertimbangan dilaksanakannya relokasi Taman Makam Pahlawan dari Gampong Latong Kecamatan Seunagan ke lokasi baru di Kompleks TMP Nagan Raya di Gampong Blang Sapek Kecamatan Suka Makmue karena kondisi sudah tidak layak lagi.

“Bahwa TMP yang lama kondisinya sudah tidak layak. Selain sempit, bagian belakang sudah mulai longsor tergerus arus sungai. Selain itu lokasi TMP lama bercampur dengan TPU masyarakat umum sehingga menyulitkan ketika mengadakan upacara penghargaan dan doa kepada para pahlawan,” ujarnya.
 
 
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Pidie, Nagan Raya, Umum
wwwwww