Hadapi PORA, Taekwondo Aceh Gelar Diklat Wasit dan Pelatih

Hadapi PORA, Taekwondo Aceh Gelar Diklat Wasit dan Pelatih
‎Diklat wasit dan pelatih, serta sosialisasi New Rule of Competition Taekwondo Indonesia Provinsi Aceh dalam rangka menghadapi Pra PORA dan PORA tahun 2018, di Aula Asrama Haji Aceh, Jumat (19/5/2017). [Ist]
Jum'at, 19 Mei 2017 19:34 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Pengurus Taekwondo Indonesia untuk Provinsi Aceh, menyelenggarakan diklat wasit dan pelatih serta sosialisasi New Rule Of Competition Taekwondo Indonesia Provinsi Aceh dalam rangka menghadapi Pra PORA dan PORA tahun 2018.
 
Kegiatan direncanakan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 19 hingga 21 Mei 2017 mendatang dan dibuka resmi oleh Wakil Ketua KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, di Aula Asrama Haji Aceh, Jumat (19/5/2017).
 
Pengurus Taekwondo Provinsi Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mensinergikan program dan peraturan Taekwondo Indonesia.
 
Menurutnya, ada peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indoensia (PBTI) yang harus segera disosialisasikan, baik kepada pengurus, pelatih dan wasit.

"Kami atas nama pengurus Taekwondo Indonesia Aceh menyampaikan terima kasih dan berharap agar peserta mengikuti materi dengan tekun, sehingga pembinaan hingga ke tingkat bawah bisa berjalan dengan baik," ujarnya kepada GoAceh.
 
Ilmiza juga berharap, agar PORA tahun 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar bisa berjalan baik dan prestasi Taekwondo Aceh juga semakin baik. "Kita berharap agar prestasi kita terus meningkat, baik di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, mengapresiasi dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Karena, katanya, memang banyak peraturan-peraturan baru yang harus segera disosialisasikan.
 
"Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh pemateri-pemateri cukup kompeten dan saya berharap agar pada pertandingan Pra Pora sudah bisa menggunakan ketentuan baru dan di PORA nanti, saya katakan sudah wajib menggunakan aturan baru," tutur Rayuan.
 
Terkait Pra Pora, Teuku Rayuan menyebutkan, hanya cabang-cabang yang punya minimal dua belas pengurus cabang yang boleh ikut serta, salah satunya adalah cabang taekwondo. "Dan kami minta agar di PORA nanti kita tidak lagi menggunakan atlet-atlet luar. Ini nanti dibuktikan baik dengan KTP maupun KK," tambahnya.
Editor:Zuamar
Kategori:Olahraga, Aceh, Banda Aceh
wwwwww