Home > Berita > Umum

Beramai-ramai ke Bireuen, Warga Diinstruksi tidak Berikan Sedekah ke Gepeng

Beramai-ramai ke Bireuen, Warga Diinstruksi tidak Berikan Sedekah ke Gepeng
Menjelang bulan suci Ramadan, para gelandangan dan pengemis (Gepeng) dari luar daerah mulai berdatangan ke Kota Bireuen, Jumat (19/5/2017). [Ist]
Jum'at, 19 Mei 2017 21:51 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Menjelang bulan suci Ramadan, para gelandangan dan pengemis (Gepeng) dari luar daerah mulai berdatangan ke kota Bireuen. Selain di perempatan simpang empat, kehadiran pengemis itu juga terlihat di beberapa titik persimpangan jalan dalam kota Bireuen, termasuk warung kopi dan pusat perkantoran.
 
“Yang anehnya, ada juga pengemis yang kondisi tubuhnya masih normal dan ini seharusnya menjadi catatan penting pihak pemerintah, terutama penertiban,” ujar seorang warga Kota Bireuen, Nasrul.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Murdani yang dikonfirmasi GoAceh, Jumat (19/5/2017) membenarkan hal itu. Bahkan menurut Murdani, selama sepekan ini gepeng semakin banyak beroperasi di Bireuen. 

Murdani menjelaskan, dari hasil pendataan setelah dilakukan razia sebelumnya, umumnya para gepeng yang beroperasi di Kota Bireuen berasal dari luar daerah. 

“Ada juga yang datang dari luar Aceh, mereka datang untuk mengais rezeki dengan cara meminta-minta dengan berbagai modus,” katanya. 

Untuk mengantisipasi hal ini, tambah Murdani, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya, supaya masalah ini dapat teratasi. 

“Sebenarnya hal ini tidak dibenarkan, apalagi mereka beroperasi di perempatan jalan, dengan modus membawa anak di bawah umur, sebab ini membahayakan bagi dirinya juga orang lain,” katanya.

Murdani mengimbau, masyarakat untuk tidak memberi sedekah kepada para pengemis yang dijumpai di jalan maupun di perempatan simpang empat. “Memang ada rasa iba, tetapi kalau dibiarkan terus menerus, tentunya mengganggu kenyamanan pengguna jalan," jelasanya.

Peran aktif masyarakat untuk mendukung hal tersebut sangat diharapkan, dan masyarakat bisa bersedekah di institusi atau di tempat-tempat ibadah, panti asuhan yang resmi.
“Setelah dibentuk tim dari instansi terkait, maka akan dilakukan penertiban secara bertahap bagi gepeng di jalan-jalan dalam Kota Bireuen,” katanya.
 
 
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Aceh, Bireuen
wwwwww