Mereka Kini Hanya Mampu Menatap Puing Sisa Kabakaran

Mereka Kini Hanya Mampu Menatap Puing Sisa Kabakaran
Seorang warga di Dusun Lagang, Geulanggang Tengoh, Kota Juang, Bireuen hanya mampu menatap puing-puing sisa kebakaran, Rabu (17/5/2017). [Joniful Bahri]
Kamis, 18 Mei 2017 07:27 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Balasan rumah warga miskin itu lenyap dan rata dengan tanah, setelah api membumihanguskan sedikitnya 18 unit rumah berkonstruksi kayu di Dusun Lagang, Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Senin (15/5/2017) lalu.



Tak ada yang tahu, asal muasal percikapan api itu yang merayap bersama hembusan angin menjelang magrib. Dan rumah yeng bersusun itu kini tinggal menyisakan puing-puing bara api.
 
Tak ada yang selamat, seluruhnya rata dengan tanah, api yang membubum tinggi terus menyuarak, seiring tangis histeris para pemilik yang berusaha menyelamat diri.

“Kebakaran ini awalnya terlihat, setelah api mulai membubum di salah satu rumah warga yang berada, di bagian utara lokasi kejadian,” kata seorang warga yang tinggal dekat dengan lokasi kejadian, Nasrudin.
 
 
Peristiwa naas itu memang tidak memakan korban, namun sebagin pemilik rumah yang selama ini tinggal di tanah wakaf gampong itupun panik, hanya memikirkan dirinya serta beberapa anaknya untuk diselamatkan.

Dalam Susana mencekam, sejumlah armada mobil pemadam kebakaran meluncur, berusaha menolong untuk memadamkan api, namun sayang, api lebih tajam dari jilatan pedang, deretan rumah itu lenyap.

Sementara, hari ini Rabu (17/5/2017), sebagian pemiliknya terpaksa harus mengungsi ke meunasah gampong setempat, atau 50 meter dari titik kejadian.

Tak banyak yang diharapkan, mereka pasrah dan hanya mampu menatap puing-puing sisa kebakaran rumah yang selama ini telah ditempatinya.


“Kami berharap dalam waktu dekat ini, rumah bantuan yang akan dibangun oleh pemerintah setempat segera rampung dan bisa tinggal sebelum bulan suci Ramadan,” ujar seorang korban yang rumahnya juga ikut terbakar, Mursyidah (48).

Pascaterbakarnya ke 18 rumah berkontruksi kayu itu,  pemiliknya hanya bisa menggais sisa barang yang tertinggal dari jilitan api, seraya menatap jauh, terawang meniti nasib menjelang lebaran nanti.  

Belakangan pemerintah Kabupaten Bireuen, berusaha akan membangun kenbali 18 unit rumah yang hangus dilalap si jago merah sore itu.

Kadis Sosial Bireuen, Murdani yang ditanyai GoAceh, saat ini pemerintah terus melakukan pembersihan lokasi, yang terbakar serta akan membangun kembali rumah mereka.

“Insya Allah dalam dua pekan ini, seluruh rumah yang terbakar itu bisa rampung dan bisa didiami untuk para keluarga mereka yang mengalami ,” katanya.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Lhokseumawe, Aceh Utara, Hukrim
wwwwww