Janda Jamaliah Aceh Timur Divonis 4 Bulan, Elemen Sipil Angkat Bicara

Janda Jamaliah Aceh Timur Divonis 4 Bulan, Elemen Sipil Angkat Bicara
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Kamis, 18 Mei 2017 15:42 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Terkait vonis hukuman empat bulan terhadap janda miskin Jamaliah (57) oleh Pengadilan Negeri Banda Aceh, akibat perbuatan ketidaksengajaannya membakar sebatang pohon sawit milik tetangga, sejumlah elemen sipil di Aceh Timur angkat bicara.

Seperti dikatakan Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin kepada GoAceh, Rabu (17/5/2017) malam, pihaknya meminta DPRK Aceh Timur dan Pemerintah Gampong Bayeun, Kecamatan Ranto Selamat Aceh Timur, dipandang perlu menjamin penanguhan tahanan terhadap Jamilah. Hal itu mengingat dirinya masih ada dua orang anak yang menjadi tanggungjawabnya.

“Hal ini semata mata demi kemanusiaan, kita tidak bermaksud mengintervensi keputusan penegak hukum, akan tetapi mengingat beberapa hari lagi telah memasuki bulan suci Ramadan dan bagaimana nasib kedua anaknya bila dirinya tiada dan dikurung dalam sel,” kata Nasruddin terhadap putusan pengadilan bernomor: 18/BID/2017/PT-BNA, tertangal 22 Februari 2017 itu. 

loading...
Baca: Kisah Jamaliah Divonis 4 Bulan Penjara Gara-gara Bakar Sebatang Pohon Sawit...

Ads
Tambah Nasruddin, kasus yang menimpa Jamaliah, masih pada katagori 18 perkara tindak pidana ringan (tipiring) yang dapat dilakukan peradilan adat dengan Qanun Nomor 9 Tahun 2008.

“Bila memang DPRK tidak mau menjamin untuk penanguhan tahanan terhadap janda Jamaliah, maka kami dari FPRM akan mengumpulkan KTP dan membuat surat penyataan jaminan untuk penanguhan tahanan,” kata Nasruddin.

Ia mengharapkan, kasus seperti ini bila ke depan terjadi di tengah masyarakat tidak lansung diproses dengan hukum pidana, akan tetapi terlebih dahulu dilimpahkan ke gampong agar lembaga adat gampong dapat berfungsi sesuai dengan qanun yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa lembaga adat gampong masih lemah di Aceh Timur, sehingga persoalan kecil yang terjadi di tengah masyarakat, langsung dibawa ke hukum pidana,” demikian Nasruddin.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua LSM Acheh Future, Razali Yusuf dalam siaran persnya. “Kita sangat menyayangkan dan menyesalkan vonis tersebut, seharusnya masalah tersebut dapat di tempuh melalui peradilan adat gampong. Di samping itu kami minta kepada Pengadilan Negeri untuk meninjau kembali kasus tersebut atau paling tidak memberikan tahanan luar kepada janda tersebut,” kata Razali Yusuf.

LSM Acheh Future juga akan mengalang KTP rakyat Aceh timur sebagai jaminan tahanan luar sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan terhadap ibu Jamaliah.

“Sehingga beliau bisa berpuasa dengan leluasa bersama anak- anaknya di rumah,” ucap Razali Yusuf.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Timur, Hukum
wwwwww