Hasil Musyawarah tidak Ditemukan Penyimpangan Anggaran di Pasie Raja

Hasil Musyawarah tidak Ditemukan Penyimpangan Anggaran di Pasie Raja
Ilustrasi/net.
Kamis, 18 Mei 2017 22:03 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan memastikan bahwa tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan dana simpan pinjam atau dana bergulir hingga Rp 4 miliar lebih, sebagaimana tudingan yang disampaikan masyarakat tertentu baru-baru ini.
Kepastian itu diperoleh pascadigelarnya Musyawarah Antar Desa (MAD) khusus di Kantor UPK Kecamatan Pasie Raja, Kamis (18/5/2017).

Baca juga: Ketua UPK Pasie Raja : Selisih Dana Simpan Pinjam Sekitar Rp 300 juta

Musyawarah ini selain dihadiri pejabat unsur Muspika Pasie Raja, juga diikuti pengurus BKAD kecamatan dan seluruh BKAD gampong, BP-UPK, Tim Penyehatan Pinjaman serta para keuchik se-Kecamatan Pasie Raja.

Ketua BKAD Kecamatan Pasie Raja, Aliman Sumin mengatakan, sebelum tudingan yang menyebutkan bahwa oknum pengurus UPK lama diduga telah menggelapkan dana simpan pinjam mencapai Rp 2,5 miliar dari total aset mencapai Rp 4 miliar lebih.

loading...
Forum MAD pertanggungjawaban dalam rapat yang digelar beberapa waktu lalu memang telah meminta kepada pengurus UPK yang baru agar melakukan MAD khusus untuk menjelaskan atau meluruskan hal-hal yang dinilai belum jelas.

"Dari hasil MAD khusus yang telah digelar hari ini, maka dapat dipastikan bahwa tidak ada atau tidak benar tudingan yang menyebutkan ada selisih anggaran mencapai Rp 2,5 miliar," kata Aliman Sumin kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (18/5/2017) malam.

Dasar dia memastikan bahwa tidak ada penyimpangan anggaran dimaksud, karena dari total aset UPK Pasie Raja yang mencapai Rp 4 miliar lebih, terhitung sampai saat ini seluruhnya masih utuh atau dapat dipertanggungjawabkan.

Dia merincikan bahwa, dari total aset mencapai Rp 4 miliar tersebut masing-masing adalah Bank Operasional UPK sebesar Rp 175.203. Bank Pengembalian SPP Rp 3.210.590. Total saldo di masyarakat Rp 3.516.178.900 dengan rincian dana lancar Rp 790.605.000 dan dana tunggakan Rp 2.725.573.900.

Ads
Selanjutnya inventaris masing-masing Ak penyusutan Rp 34.252.250. Biaya pembangunan Kantor UPK Rp 442.918.000. Harga tanah kantor Rp 50.000.000 dan nilai buku inventaris Rp 4.168.751 serta Cash On Hand Rp 5.037.000, sehingga total aset UPK Kecamatan Pasie Raja terhitung sampai 18 Mei 2017 sebesar Rp 4.021.688.444.

Aliman Sumin menambahkan, berdasarkan hasil perhitungan terakhir dari total aset Rp 4 miliar lebih tersebut, masih ada uang selisih laporan pada tiga orang anggota kelompok sebesar Rp 212.778.000. Ketiga orang anggota kelompok tersebut masing-masing adalah Nurizal sebesar Rp 195.488.000. Ismail Rp 12.290.000 dan Mufti Rp 5 juta.

Baca juga: UPK Pasie Raja Diduga Selewengkan Dana Simpan Pinjam

"Uang selisih ini merupakan sudah termasuk dalam bagian total aset UPK sebesar Rp 4 miliar lebih. Masing-masing anggota kelompok dimaksud sudah membuat surat pernyataan bertanggungjawab akan melunasinya paling lambat pada akhir Juni 2017," pungkasnya.

Editor:Zuamar
Kategori:Aceh Selatan, Umum
wwwwww