Home > Berita > Umum

Dihantam Abrasi, Jalan Tapaktuan- Medan Terancam Putus

Dihantam Abrasi, Jalan Tapaktuan- Medan Terancam Putus
ilustrasi abrasi-[Int]
Kamis, 18 Mei 2017 19:52 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN- Jalan lintas Tapaktuan- Medan, Sumatera Utara tepatnya di Rantau Sialang, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan terancam putus akibat dihantam abrasi laut.Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri melaporkan, akibat dihantam abrasi pantai cukup parah sejak beberapa bulan terakhir, telah mengakibatkan badan jalan lintasan nasional di Rantau Sialang tersebut terus digerus abrasi.

"Kondisi sekarang ini air laut sudah berada persis di pinggir badan jalan. Bahkan di saat musim badai dan musim pasang purnama, air laut sampai merendam badan jalan," kata Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (18/5/2017).

Karena itu, Ia berharap kepada instansi terkait yang mengurusi pemeliharaan badan jalan lintasan nasional di Provinsi Aceh untuk segera melakukan langkah penanganan yang serius. 

Jika abrasi ini tidak segera ditangani, maka pihaknya memprediksi dalam beberapa bulan ke depan badan jalan tersebut bakal terancam putus total.

"Kami mengharapkan kepada instansi terkait agar segera menangani persoalan abrasi pantai ini sesegera mungkin. Sebab jika sampai hantaman abrasi semakin parah hingga menghancurkan badan jalan, maka secara otomatis akan mengakibatkan jalur transportasi dari Tapaktuan- Medam maupun sebaliknya terputus," ungkapnya.

Jika sampai jalur transportasi jalan lintasan nasional antar provinsi itu putus, kata Mayfendri, maka dampak yang bakal dirasakan masyarakat di pantai barat selatan Provinsi Aceh itu akan sangat fatal.

"Jika kondisi seperti itu yang terjadi, maka secara otomatis pasokan kebutuhan pokok dari Medan ke pantai barat selatan Aceh akan terhambat. Sehingga kami menilai, persoalan ini merupakan persoalan serius yang harus mendapat perhatian segera dari pihak terkait," tandasnya. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 Balai Besar Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, perwakilan Provinsi Aceh, Boy ketika dikonfirmasi mengatakan, abrasi pantai tersebut telah dilaporkan ke pihak Kementerian PUPR.

"Persoalan itu sudah saya laporkan kepada atasan. Kemungkinan besar untuk mengatasi persoalan abrasi pantai tersebut, akan dibangun tanggul break water di sepanjang pantai sepanjang 150 meter lebih," kata dia.

Menurutnya, program pembangunan tanggul break water tersebut akan direalisasikan oleh dinas terkait yakni Dinas Sumber Daya Air Provinsi Aceh.

"Proyek tersebut kemungkinan besar akan direalisasikan dalam tahun 2017 ini atau paling lambat pada tahun 2018 mendatang," pungkasnya.

Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Aceh, Aceh Selatan
wwwwww