Seratusan Warga Lingkar Tambang Blok A Gelar Aksi Damai

Seratusan Warga Lingkar Tambang Blok A Gelar Aksi Damai
Para demonstran saat beraksi di depan Kantor DPRK Aceh timur dan menutup jalan Medan–Banda Aceh selama lima menit, Rabu (17/5/2017). [Ilyas Ismail]
Rabu, 17 Mei 2017 13:24 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Seratusan masyarakat lingkar tambang minyak dan gas Blok A mengelar aksi damai di Kantor DPRK Aceh Timur dan Kantor Bupati, Rabu (17/5/2017). Mereka meminta perhatian pemerintah dan menampung aspirasi mereka atas keberadaan proyek migas itu.
 
Aksi demo itu ikut melibatkan beberapa LSM, seperti Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Crisis Securyty Centre (CSC), Peduli Tentang Pendidikan Aceh Timur (Peuteupat), Komunitas Aneuk Nangroe (Kana) dan Gapensi Aceh Timur. Demo berawal di depan Kantor DPRK, kemudian dilanjutkan ke depan Kantor Bupati di pusat pemerintahan di Idi.

Koordinator aksi, Hasbi mengatakan pihaknya selaku masyarakat, dalam aksi damai tersebut meminta Pemkab setempat, membuat asosiasi tenaga kerja di Aceh Timur. Selain itu meminta DPRK segera membentuk tim pansus untuk menginvetarisir kasus di CPP Blok A.

loading...
“Kami juga meminta Disnaker untuk membuka Badan Latihan Kerja (BLK) guna melatih putra- putri Aceh Timur menjadi tenaga trampil. Kami juga meminta Pemkab meninjau ulang perjanjian kerja sama antara PT Medco dan Pemkab Aceh Timur,” kata Hasbi.

Selajutnya, para demontran juga meminta Dinas Perhubungan setempat segera mendata jumlah mobil operasional perusahaan di CPP Blok A. Hal itu untuk menghidindari peyimpangan pengisian BBM.

“Pemerintah kami minta untuk segera membuat qanun atau perbub tentang pemakaian mobil operasional perusahaan berpelat BL seri D sehingga pajak kendaraan bisa masuk ke kas daerah," ujar Hasbi.

Mereka juga meminta Pemkab untuk memfasilitasi kontraktor lokal, serta meminta pemerintah untuk mengawal pembuangan limbah Blok A yang benar sehingga tidak mengakibatkan pencemaran lungkungan.

Selain itu, kata Hasbi yang paling utam adalah meminta perusahaan pengelola Blok A untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan mempertimbangkan kearifan adat istidat setempat.

Amatan GoAceh, aksi demo di depan Kantor Bupati disambut oleh Asisten I Setdakab Zahri, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Mansur, Kepala Kesbangpol M Amin, dan Kapolres AKBP Rudi Purwiyanto.

Pihak Pemerintah Aceh Timur telah menampung semua aspirasi  para demonstran, kemudian mereka membubarkan diri.

Sementara Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Mansur, saat ditanyai wartawan tentang pelatihan tenaga kerja melalui BLK, dirinya hanya mempu menjawab dirinya baru menjabat. ”Saya kan baru menjabat dan saya Plt lagi bukan definitif,” jawab Mansur.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Aceh Timur
wwwwww