Saat Gladi Bersih, Meriam Buatan China Meledak, Diduga 4 Prajurit TNI Tewas di Natuna

Saat Gladi Bersih, Meriam Buatan China Meledak, Diduga 4 Prajurit TNI Tewas di Natuna
Istimewa.
Rabu, 17 Mei 2017 17:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - 4 orang prajurit TNI dikabarkan gugur dalam gladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017) pukul 11.00 WIB, siang tadi.

Selain prajurit meninggal, beberapa diantaranya juga mengalami luka parah. Kejadian ini diduga meledaknya meriam buatan China merek Chang Chong.

Saat ini menurut informasi yang berhasil diperoleh GoNews.co dari beberapa sumber, korban dilarikan ke RSUD Natuna.

loading...
Sejumlah prajurit terluka tampak dengan cepat ditangani tim medis. Latihan ini rencananya akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Mei 2017.

Dari informasi sementara, yang berhasil diperoleh, ada 10 korban baik meninggal dunia maupun luka berat.

Berikut data para korban.

1. Pratu Marwan, dikabarkan meninggal dunia dengan luka berat. Kaki kiri patah dan masih menyatu dengan badan. Kaki kanan putus (Sudah dievakuasi ke RSU )Telah meninggal Dunia pukul 12.22 di RSUD dan saat ini dikamar jenazah.

2. Praka Edy, alami pinggang kebawah hancur kena serpihan peluru. Dievakuasi pakai helikopter dari lapangan ke RSUD. Dikabarkan meninggal dunia diperjalanan, karena kehabisan darah.

3. Pratu Bayu Agung, alami luka dengan leher sebelah kanan terkena percikan peluru. Paha sebelah kanan luka kena percikan peluru( Sedang dievakuasi ke RSU )

4. Serda Alpredo Siahaan, Jari tangan kanan putus. Paha kamar luka kena percikan peluru( Sudah dievakuasi ke RSU )

5. Prada Danar. Paha kanan luka kena percikan peluru (Sudah dievakuasi ke RSU )

6. Pratu Ridai. Lutut kaki kiri kena serpihan peluru (Dirawat di Tenda Kes lapangan)

7. Pratu Didi Hardianto. Luka tangan kiri kena serpihan peluru (Dirawat di tenda lapangan)

8. Sertu Blego Switage. Tangan kiri kena serpihan peluru. Perut luka kena serpihan peluru.

9. Pratu Ibnu Hidayat, meninggal dunia

10. Danrai Kapten Arh Heru, belum masuk ke RSUD. Informasinya meninggal dunia.

Seluruh korban berasal dari satuan Yon Arhanud 1 Kostrad. ***
Sumber:berbagai sumber.
Kategori:GoNews Group
wwwwww