Petani Ganja di Aceh, Diharapkan Dapat Mencontoh Thailand

Petani Ganja di Aceh, Diharapkan Dapat Mencontoh Thailand
Dir Tipit Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto, saat pemusnahan ladang ganja di Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (16/5/2017). [Hafiz Erzansyah]
Rabu, 17 Mei 2017 10:24 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Direktur Dit Tipit Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, selama ini, pemerintah kurang pengertian, perhatian dan kurang kepedulian terhadap petani di pedalaman, khususnya di Aceh Besar. Menurutnya, hal ini yang menjadi salah satu pemicu maraknya penanaman ganja di kawasan pegunungan bertanah subur ini.

"Seharusnya, turun tangan pemerintah harus langsung, jangan putus.‎ Selama ini pemerintah kuran perhatian. Coba lihat Thailand, mereka bisa memanfaatkan lahan bekas opium untuk bercocok tanam dengan baik," ujarnya kepada wartawan saat melakukan pemusnahan ladang ganja hari kedua di kawasan pegunungan Seulawah, Gampong Meusale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (16/5/2017) siang.
 
Ia menjelaskan, pemerintah negara Thailand mengayomi para petani opium tersebut dengan cara bersosialisasi. Kemudian, para petani yang menanam tanaman yang merupakan bahan baku salah satu jenis narkotika tersebut, diberikan bibit, pupuk dan lainnya untuk bercocok tanam dengan benar.
 
 
"Mereka dibina, diberikan bibit dan semua kelengkapannya oleh pemerintah‎, diberikan gaji. Jika panen nanti, entah itu kacang, jagung, cokelat dan lainnya, hasil panennya dijual pemerintah dengan membagiratakan keuntungan‎nya," jelas Mantan Kapolresta Banda Aceh dan Aceh Utara ini.

Pihaknya berharap, pemerintah dapat melakukan hal yang sama, agar tidak ada lagi para petani‎ ganja dan petani tersebut dapat dijadikan petani alternatif yang menanam tanaman bermanfaat seperti kacang, jagung, cokelat dan lain-lain misalnya.

"‎Dari petani ganja menjadi petani yang bercocok tanam yang bermanfaat, seperti tanam jagung, kacang-kacangan, cokelat. Pemerintah berikan bibir, pupuk dan lain sebagainya, nanti saat panen dijual oleh pemerintah, keuntungannya dibagi untuk si penanam dan pemerintah," tambahnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Besar, Ekonomi
wwwwww