Pekerja Tambang Emas Ilegal di Menggamat Bacok Rekannya

Pekerja Tambang Emas Ilegal di Menggamat Bacok Rekannya
Korban pembacokan di lokasi tambang emas tradisional ilegal saat mendapat penanganan tim medis.
Rabu, 17 Mei 2017 19:27 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Seorang pekerja tambang emas ilegal di Gampong Mersak, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, Siyong Avanza (40) membacok rekannya, Ermida di bagian punggung dekat pinggang hingga mengalami luka serius, Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah membacok korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah gunung gampong setempat. Hingga saat ini, pihak warga bersama aparat berwajib sedang mencari keberadaan pelaku.

Keterangan dihimpun, Rabu (17/5/2017), aksi pembacokan menggunakan senjata tajam tersebut dipicu permasalahan sengketa dua buah lubang pada tambang emas ilegal di kawasan Gunung Gampong Mersak, Menggamat.

loading...
Salah seorang saksi mata bernama Battalimus mengatakan antara Ermida warga Gampong Paya Ateuk, Kecamatan Pasie Raja dengan pelaku, Siyong Avanza warga Gampong Pulo Ie, Kecamatan Pasie Raja, sama-sama bekerja menggali lubang di lokasi penambangan emas tradisional ilegal tersebut.

"Lokasi lubang ke dua kelompok ini berdekatan," kata Battalimus.

Lanjutnya, pada Kamis (11/5/2017) lalu, kedua kelompok penggali lubang tersebut secara kebetulan sedang menerobos lubang di dasar tanah sedalam lebih kurang puluhan meter dari permukaan dengan arah saling berlawanan. 

Di saat sedang saling menerobos untuk mengambil atau mengikuti jalur urat batu yang mengandung mineral emas itu, mengakibatkan dinding yang membatasi kedua lubang dimaksud roboh.

Akibatnya, kedua lubang tersebut menyatu menjadi satu jalur dan kondisinya sudah terbuka lebar di dalam tanah.

Baca: Di Aceh Timur Semalam, Isteri Bacok Suami

Tidak ada korban jiwa dalam musibah robohnya dinding lubang tersebut. Bahkan untuk menghindari adanya keributan di lapangan, insiden robohnya dinding lubang tersebut langsung diselesaikan melalui jalur musyawarah.

“Kedua anggota kelompok tersebut sudah sepakat mencari solusi penyelesaian dalam bentuk pihak kelompok si Jas atau kelompok pelaku pembacokan harus membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp40 juta kepada kelompok Ermi atau kelompok korban," ungkapnya.

Namun sayangnya, di saat masing-masing pekerja dari kedua kelompok sudah kembali bekerja seperti biasa, secara tiba-tiba pelaku bernama Siyong Avanza justru mendatangi lubang di samping tempat mereka bekerja hingga akhirnya membacok korban.

"Aksi itu dilakukan diduga disebabkan pelaku merasa belum bisa menerima hasil kesepakatan yang telah diputuskan bahwa mereka harus membayar uang penganti sebesar Rp40 juta," pungkasnya. 

Setelah melihat korban mengalami luka serius di bagian punggung karena dibacok pelaku, para pekerja tambang langsung mengevakuasi korban ke pemukiman penduduk untuk mendapatkan penanganan medis.

Sedangkan pelaku pembacokan tersebut langsung melarikan diri saat itu juga.

Baca: Kejiwaan Pelaku Pembacokan Warga Jeunieb akan Diperiksa

Editor:Yudi
Kategori:Peristiwa, Aceh Selatan
wwwwww