Buntut Pengusiran

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Penipuan Tuding Ketua PN Sigli Dalangnya

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Penipuan Tuding Ketua PN Sigli Dalangnya
‚ÄéKuasa hukum mantan Kasatpol PP Pidie Jaya, Nauval dan Syahrul saat memberi keterangan pers di ruang Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Rabu (17/5/2017). [Amiruddin]
Rabu, 17 Mei 2017 20:01 WIB
Penulis: Amiruddin
SIGLI - Setelah diusir dari ruang persidangan mantan Kasatpol PP Pidie Jaya, Asiah, atas dugaan kasus penipuan. Kuasa hukum terdakwa, Nauval dan Syarul Riza menuding bahwa Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Bakhtiar adalah dalang penolakan kuasa hukum bagi terdakwa.
Kuasa Hukum mantan Kasatpol PP Pidie Jaya itu, Nauval dan Syahrul Riza dalam konferensi pers kepada wartawan, Rabu (17/5/2017) mengatakan, sebelumnya mereka mengaku telah bertemu dengan terdakwa dan pengakuan terdakwa bahwa atas perintah Ketua PN Sigli agar terdakwa tidak memakai kuasa hukum‎.

Baca juga: Sidang Kasus Penipuan
Hakim Usir Kuasa Hukum Terdakwa

loading...
Karena, pihaknya bisa memberikan bantuan hukum dan dapat menangguhkan penahanan sesuai dengan permintaan. "Saya heran kenapa saat ini terdakwa menolak kami, padahal kita sudah ada surat perjanjian tertulis dan ditanda tangani," tegasnya.

Lanjut Nauval, ‎apa yang dilakukan Asiah dan Ketua PN Sigli sangat merugikan pihaknya, seharusnya Ketua PN tidak mengiming-imingi yang bukan kewenangannya. Bahkan, pihaknya menduga semuanya permainan Ketua PN Sigli, sehingga terdakwa menolak pihaknya menjadi penasehat hukum di Pengadilan.

Kemudian anehnya lagi, kata dia, kasus yang didakwakan terhadap terdakwa adalah kasus kriminal. Sebenarnya, kata mereka lagi, itu adalah kasus tindak pidana melakukan dugaan suap-menyuap dengan saksi pelapor atas proyek pembangunan Kantor Satpol PP Pidie Jaya. "Ini jelas suap-menyuap," sebut Nauval.

Ketua Pengadilan Negeri Sigli, Bakhtiar, kepada wartawan, Rabu (17/5/2017) membantah tudingan kuasa hukum yang tidak mendasar itu.‎ Apa yang disampaikan kuasa hukum, Nauval dan Syahrul itu hak mereka, yang jelas dirinya tidak ada keterlibatan atau kerjasama dengan Asiah.

Bakhtiar yang juga sebagai Ketua Majelis Hakim dalam kasus itu dugaan penipuan mantan Kasatpol PP Pidie Jaya, meminta saudara Nauval dan Syahrul meninggalkan ruangan sidang itu, dikarenakan terdakwa mengaku tidak di dampingi pengacara.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Kasatpol PP Pidie Jaya Hari ini Sidang

Dia siap menjalani sendiri, kemudian secara aturan juga tidak bisa mereka memberi pembelaan karena tidak ada tanda tangan Asiah di surat kuasa hukum, yang diperlihatkan ke majelis hakim.‎ Itu hak mereka jika memberi keterangan kepada media terhadap dirinya. Dia dengan tegas menyebut bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus ini.

Editor:Zuamar
Kategori:Hukrim, Aceh, Pidie, Pidie Jaya
wwwwww