Home > Berita > Hukum

Kisah Jamaliah Divonis 4 Bulan Penjara Gara-gara Bakar Sebatang Pohon Sawit...

Kisah Jamaliah Divonis 4 Bulan Penjara Gara-gara Bakar Sebatang Pohon Sawit...
Jamaliah (57), janda miskin yang divonis 4 bulan penjara. [Ilyas Ismail]
Rabu, 17 Mei 2017 16:18 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Qanun Nomor 9 Tahun 2008, Bab VI Pasal 13 menyebutkan ada 18 poin yang dapat diselesaikan melalui peradilan adat gampong atau juga dengan cara Polisi Masyarakat (Polmas). Termasuk di dalamnya pelecehan, fitnah, hasut dan pencemaran nama baik.

Dalam hal ini, lembaga adat gampong dinilai masih dianggap lemah di Aceh Timur, sehingga persoalan kecil yang terjadi di tengah masyarakat, langsung diproses secara hukum pidana.

Seperti yang dirasakan seorang janda miskin, Jamaliah Binti Ahmad (57), warga Dusun Tualang Gampong Bayeun, Kecamatan Ranto Selamat, Aceh Timur.

loading...
Berawal dari kejadian pembakaran sebatang pohon sawit, janda tua yang tak berdaya itu terpaksa menerima putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh dan masuk tahanan selama empat bulan.

Ads
Jamaliah dengan raut wajah sedih dibarengi tetesan air mata, kepada GoAceh, Rabu (17/5/2017) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Idi, Aceh Timur, mengaku sangat sedih persoalan kecil yang terjadi dengan tetangganya itu berujung masuk penjara.

“Liat nak, saya ini seorang janda miskin yang mempunyai 3 orang anak. Jika saya harus menjalani hukuman dan masuk sel, siapa yang kasih makan mereka di rumah. Apalagi sebentar lagi masuk bulan suci Ramadan,” kata Jamaliah dengan linangan air mata.

Jamaliah menuturkan, kasus dirinya berawal dari pembakaran sebatang pohon sawit yang tertanam di atas tanah rel kereta api di belakang rumahnya.

“Pohon sawit itu bukan sengaja saya bakar, namun saat membakar sampah lalu terbakarlah sebatang pohon sawit yang diakui milik tetangga saya,” urai Jamilah.

Setelah terjadi kebakaran pohon sawit itu, maka Jamilah dan tetangganya terlibat cekcok mulut, sehingga ada kata-kata yang meninimbulkan pencemaran nama baik.

“Berawal dari itulah saya dilaporkan ke Polisi dan berlanjut hingga ke Pengadilan Negeri Idi yang memutuskan saya bersalah dan harus menerima hukuman selama 4 bulan penjara,” ucap Jamaliah.

Untuk membela dirinya, wanita kelahiran Blang Baloh Peureulak itu, tidak berputus asa.

Editor:Yudi
Kategori:Hukum, Aceh Timur
wwwwww