Home > Berita > Umum

Hari Kedua, 15 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Seulawah

Hari Kedua, 15 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Seulawah
Pemusnahan ladang ganja di kawasan pegunungan Seulawah, Gampong Meusale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (16/5/2017). [Hafiz Erzansyah]
Rabu, 17 Mei 2017 10:00 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
JANTHO - Pada hari kedua kemarin, sebanyak 15 hektare ladang ganja dimusnahkan ‎oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri beserta Dit Resnarkoba Polda Aceh dan Polres Aceh Besar, di kawasan pegunungan Seulawah, Gampong Meusale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (16/5/2017) siang.
Tim gabungan beserta para wartawan sebelumnya berkumpul di Mapolda Aceh dan bergerak ke lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya setelah makan siang dan melaksanakan salat Dzuhur, dan langsung menuju ke lokasi dengan menggunakan kendaraan roda empat yang kurang lebih berjumlah 10 unit.

Setiba di lokasi, tim beserta wartawan berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit untuk mencapai lokasi tujuan. Kawasan pegunungan yang masih sama seperti kemarin, tetapi di lokasi dan titik yang berbeda.
 
Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ek Daniyanto mengatakan, ‎untuk operasi hari kedua ini, pihaknya mengerahkan sekitar 185 orang personel gabungan dari Sabhara, Brimob, Resnarkoba, Polda Aceh dan Aceh Besar, tak kerkecuali Tipit Narkoba Bareskrim Polri.
 
"‎Kita juga dibantu dengan personel Polsek dan Koramil Indrapuri, tadi kita langsung koordinasi. Di hari kedua ini juga luas areanya luar biasa, 15 hektar," ujarnya didampingi Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus S dan Katim Satgas NIC Tipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Dony Setiawan.
 
‎Ia menjelaskan, alasan pihaknya yang berkoordinasi dengan pihak polsek dan koramil, dikarenakan waktu yang kurang untuk melakukan pemusnahan tersebut. "Kita kekurangan personel, jadi kita minta bantuan Polsek dan Koramil Indrapuri dan mereka siap membantu," katanya.
 
Pada hari kedua ini, 15 hektare ladang ganja tersebut ditemukan di dua titik yang jaraknya tidak berjauhan. ‎Batang ganja yang ditemukan di area ini, ukurannya kurang lebih 2,5 meter hingga 3 meter. Diperkirakan usianya mencapai 4 bulan.
 
"Di hari pertama, kita temukan 16 hektar, hari kedua kita temukan 15 hektar, jumlahnya jadi 21 hektar. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa jaringan sindikat ganja ini berbeda dengan lainnya. Untuk pelaku memang sulit kita tangkap, karena kita masuk melalui penduduk, kemungkinan besar dan sangat pasti para informan si penanam bocorkan, tetapi ini termasuk temuan besar," jelasnya seraya menebas batang ganja di lokasi.
 
‎Pemusnahan masih dilakukan dengan cara preventif seperti sebelumnya. Batang ganja dicabut, dipotong dan selanjutnya dikumpulkan untuk dibakar keseluruhan.‎ "Meskipun pelaku tidak ditemukan, setidaknya kita bisa selamatkan ribuan anak bangsa," tuturnya.

Saat proses pemusnahan dilakukan, tim juga menemukan bibit ganja yang baru disemai. Selain itu, tim lainnya juga menemukan barang bukti ganja yang diduga sudah dipanen sebelumnya, tetapi masih dikumpulkan dalam satu wadah.

Sebelumnya, Brigjen Pol Eko Daniyanto menggelar pertemuan di Mapolda Aceh bersama para Kasat Resnarkoba Polres/Polresta se provinsi Aceh. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan arahan kepada para Kasat tentang keseriusan pihaknya dalam memberantas sindikat narkoba di Bumi Serambi Mekkah ini.

"‎Dalam arahan tadi, kita memotivasi, mengimbau para Kasat, satuan dan personelnya untuk mengingkatkan kinerja dalam memberantas narkoba, baik itu ganja, sabu, ekstasi, di wilayah manapun, termasuk pesisir. Diarahkan untuk bisa membangkitkan semangat para anggota, perlu adanya integritas yang tinggi dalam hal ini, agar lebih giat dalam memerangi narkoba," tambahnya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh Besar, Banda Aceh
wwwwww