Berikut Pembagian 493 Paket APBA untuk 30 SKPA Hari Ini

Berikut Pembagian 493 Paket APBA untuk 30 SKPA Hari Ini
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyaksikan penandatanganan kontrak Proyek Stategis APBA 2017 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Rabu, 17/5/2017. [Humas Aceh]
Rabu, 17 Mei 2017 15:34 WIB
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali mengadakan penandatanganan kontrak bersama kegiatan strategis APBA, di Anjong Mon Mata, Rabu (17/05/2017). Kontrak itu merupakan bentuk transparansi publik dan akuntabilitas dengan jumlah paket sebanyak 493 paket senilai Rp980,07 miliar untuk 30 satuan kerja Pemerintah Aceh (SKPA).
Adapun rincian per SKPA sebagai berikut: Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 155 paket, Dinas Pengairan 63 paket, Dinas Pehubungan 49 paket, dan Dinas Pendidikan 45 paket.
 
Selanjutnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman sebanyak 35 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 22 paket, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejumlah 16 paket.
 
Untuk Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan jumlah 14 paket, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja 10 paket, Rumah Sakit Jiwa 10 paket, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 9 paket, dan Rumas Sakit Ibu dan Anak 8 paket.
 
Selanjutnya adalah Dinas Pemuda dan Olahraga sebanyak 8 paket, Dinas Peternakan 7 paket, Dinas Kesehatan 7 paket, Dinas Sariat Islam 5 paket, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin 5 paket, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 5 paket
 
Untuk Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian sebanyak 3 paket, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong 3 paket, Sekretariat Dewan 2 paket, Dinas Perindustrian dan Perdagangan 2 paket, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh 2 paket, Bappeda 2 paket, Dinas Pangan 1 paket, Satpol PP dan WH 1 paket.
 
Selanjutnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebanyak 1 paket, Biro Pengadaan Barang dan Jasa 1 paket, Dinas Registrasi Kependudukan 1 paket, dan Dinas Pertanahan 1 paket.
 
Gubernur Aceh, Zaini Adbullah meminta agar pengurusan uang muka bisa segera dilakukan sesuai dengan ketantuan yang berlaku. “Utamakan kualitas dan selesaikan pekerjaan tepat waktu, walaupun kita sudah terlambat 2 bulan dari penetapan APBA 2017,” ujar Gubernur.
 
Gubernur juga mengingatkan agar para Kepala SKPA, KPA dan PPTK untuk mempedomani ketentuan dan kontrak pelaksanaan serta melakukan pengecekan di lapangan, jangan hanya di atas meja.
 
“Kepada para rekanan mitra kerja terpilih bekerjalah secara professional dan tepat waktu dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
 
Kepada para penerima manfaat, Gubernur mengajak mereka untuk meningkatkan partisipasi sejak awal demi hasil yang lebih  baik.
 
Tim P2K, kata Gubernur, akan memantau semua pelaksanaan di lapangan dan melaporkannya secara kepada Gubernur. Nantinya, tim P2K, akan melakukan kunjungan kerja untuk melihat progres pembangunan, khususnya pada paket yang macet dan lamban.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Pemerintahan, Aceh, Banda Aceh
wwwwww