TNI Ajak Petani Aceh Utara Untuk Menjual Gabah ke Bulog

TNI Ajak Petani Aceh Utara Untuk Menjual Gabah ke Bulog
Kegiatan Serapan Gabah (Sergap) Kodim 0103/Aut di Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Turut hadir Kasi Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog, Zulkifli dan Meneger UPGP Bulog, Akrabuddin. [Ist]
Selasa, 16 Mei 2017 10:04 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Kodim 0103/Aceh Utara saat ini sedang mendekati petani kabupaten itu untuk menjual gabah ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Kodim juga membentuk kegiatan Serapan Gabah (Sergap) untuk menyerap gabah petani.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto melalui Pasiter Kodim, Lettu Inf Nasruddin, Selasa (16/5/2017). Dikatakan, sesuai arahan, Dandim memerintahkan para Babinsa di jajaranya untuk melakukan pendekatan kepada para petani agar mau menjual gabahnya kepada Bulog, jangan semuanya dijual kepada tengkulak.

"Di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara serapan gabah dari petani masih sangat rendah dibandingkan dengan daerah lain. Oeh karena itu, kita mengajak para petani untuk dapat menjual gabahnya kepada Bulog dan jangan semuanya kepada tengkulak," kata Nasruddin.

loading...
Ia mengatakan, untuk meyakinkan para petani, pihaknya memerlukan pendekatan khusus. Apalagi harga jual gabah saat ini masih di bawah standar, sehingga menjadi sebuah kendala dalam penyerapan gabah petani.

"Kita memerlukan pendekatan khusus, karena kan apalagi harga jual gabah saat ini di luar standar," ucapnya.

Nasruddin menyebut, dari keterangan standar harga sesuai Inpres Nomor 5/2015 tentang standar harga Gabah Kering Petani (GKP) hanya Rp3.700 per kilogram dan harga Gabah Kering Giling (GKG) hanya Rp4.650 per kilogram. Sedangkan harga beras Rp7.300 per kilogram. Kondisi ini membuat para petani belum memiliki niat untuk menjual gabah ke Bulog karena harganya masih di bawah harga tengkulak.

"Dalam kegiatan Sergap yang kita lakukan di Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, kita Alhamdulillah berhasil menyerap satu ton lebih gabah dari petani. Kedepan dengan adanya pendampingan dari Kodim, diharapakan semua pihak bisa bekerjasama dalam tujuan utamanya yaitu swasembada pangan," kata Nasruddin lagi.
wwwwww