Pemusnahan Ladang Ganja di Aceh Besar Dilanjutkan Hari ini

Pemusnahan Ladang Ganja di Aceh Besar Dilanjutkan Hari ini
Ladang ganja yang ditemukan di kawasan pegunungan Seulawah, Gampong Meusale Lhok, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (15/5/2017). [Hafiz Erzansyah]
Selasa, 16 Mei 2017 07:29 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
JANTHO - Setelah memusnahkan ladang ganja seluas 16 hektare di kawasan Seulawah, Gampong Meusale Lhok, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (15/5/2017), hari ini
Tim gabungan Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri bersama Dit Resnarkoba Polda Aceh dan Polres Aceh Besar kembali memusnahkan barang haram itu di lokasi berbeda.
‎Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pihaknya akan melanjutkan kembali pemusnahan ladang ganja di kawasan tersebut hari ini. Hal ini dikatakannya di sela-sela pemusnahan yang dilakukan kemarin siang.
 
"‎Ini sebagian kecil saja, nanti ada lagi lokasi ladang ganja yang jaraknya agak jauh," ujarnya kepada wartawan di lokasi ladang tersebut.
 
‎Di lokasi selanjutnya, katanya, tinggi batang tanaman ganja sekitar 2,8 meter hingga 3 meter. Di lokasi ini menurutnya merupakan lokasi tanaman yang siap panen. 
 

"Ini modus mereka, ditanam dengan memberikan selang waktu agar saat dipanen nantinya secara bertahap. ‎Hari ini panen di titik ini, bulan depan panen yang sebelahnya, begitu juga seterusnya," jelas mantan Kapolres Aceh Utara dan Kapolresta Banda Aceh ini.

Brigjen Pol Eko Daniyanto juga mengatakan, menurutnya, seringkali pihak kepolisian menemukan ladang ganja di Indonesia, khususnya Aceh. Akan tetapi, pemilik atau para pelaku yang menanam tanaman haram ini jarang tertangkap.

"Ini dikarenakan karena pemilik atau pelaku sering mengandalkan orang-orang kepercayaannya untuk menjadi informasi di sejumlah lokasi, khususnya perkampungan," katanya.

Saat kepolisian bergerak menuju ke lokasi untuk melakukan pemusnahan, penggerebekan dan sebagainya berdasarkan hasil temuannya, para informan tersebut sudah terlebih dahulu membocorkan informasi kepada si pemilik.

"Saat polisi bergerak menuju ke lokasi, pergerakannya diketahui informan dan dilaporkan‎ kepada si pelaku. Sehingga pelaku sulit ditangkap. Ini yang susah," tuturnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian melalui BNN baik pusat ataupun provinsi, saat ini tengah mengadakan program peralihan dari tanaman ganja ke tanaman kultura atau tanaman yang lebih bermanfaat.

"Kita tengah berupaya dan mengimbau pihak terkait adar membantu BNN dalam sosialisasi dan lainnya, agar pengalihan tanaman ganja ke tanaman yang lebih bermanfaat ini dapat dilaksanakan secara sukses," tambahnya.

Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Besar, Umum
wwwwww