Pembayaran Gaji Karyawan di Aceh Singkil Mengacu Upah Provinsi

Pembayaran Gaji Karyawan di Aceh Singkil Mengacu Upah Provinsi
Kadistrannaker Jaruddin, saat menemui buruh di terminal Rimo Kecamatan Gunung Meriah, belum lama ini. [Helmi]
Selasa, 16 Mei 2017 19:13 WIB
Penulis: Helmi
SINGKIL - Pembayaran gaji pekerja perusahaan di Kabupaten Aceh Singkil masih mengacu kepada Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh. Lantaran sampai saat ini Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk Aceh Singkil belum ditetapkan.
 
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distrannaker) Jaruddin, kepada GoAceh, Selasa (16/5/2017) mengatakan, UMK di Aceh Singkil belum ditetapkan. Sebab, Dewan Pengupahan selaku tim pengkaji dan survei harga pasar barang-barang kebutuhan masyarakat yang harus turun ke seluruh kecamatan di Aceh Singkil sampai saat ini belum terbentuk.
 
"Dewan Pengupahan belum terbentuk, sehingga pembayaran gaji pekerja sementara mengacu kepada UMP yakni Rp 2.500 ribu," kata Jaruddin di Singkil Utara.
 
Berdasarkan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, untuk penetapan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) akan dilakukan oleh Gubernur, sebagaimana Pasal 89 ayat (3), dan Upah Minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan.
 
Namun sampai saat ini, Dewan Pengupahan di kabupaten belum terbentuk. Dewan pengupahan ini terdiri dari unsur Apindo, mahasiswa, serikat pekerja, perusahaan serta tokoh masyarakat.
 
Nantinya mereka yang akan melakukan survei ke seluruh kecamatan untuk melakukan kajian harga barang di masing-masing kecamatan yang harus disesuaikan. "Harga pasar tersebut akan diambil mediannya sebagai rumusan penetapan UMK itu," terangnya.
 
Kata Jaruddin, pihaknya sudah merencanakan untuk pembentukan dewan pengupahan itu, namun karena terkendala anggaran rutinitas pertahun yang harus sudah tersedia, sehingga belum bisa terlaksana.
Editor:Zuamar
Kategori:Ekonomi, Aceh Singkil
wwwwww