Kenapa Aceh Miskin? Berikut Jawaban Senator Fachrul Razi

Kenapa Aceh Miskin? Berikut Jawaban Senator Fachrul Razi
Anggota DPD RI, Fachrul Razi
Selasa, 16 Mei 2017 08:05 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Saat ini Aceh masih menduduki posisi nomor dua provinsi termiskin di pulau Sumatra di bawah Bengkulu. Mencoloknya kemiskinan ini dinilai oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi karena ada politik anggaran di Pusat tidak adil.

Aceh memiliki anggaran luar biasa. Dalam hal ini pemerintah harus memikirkan jalan keluar untuk menuntaskan angka kemiskinan. Orientasi pembangunan juga harus terfokus kepada orang-orang miskin, bukan kepada kelas menengah ke atas,” kata Wakil Ketua Komite 1 DPD RI itu kepada GoAceh, Senin (15/5/2017).

Lanjutnya, jadi kalau distribusi anggaran terserap kepada orang miskin di bawah 20 persen, hal tersebut merupakan kebijakan yang salah. Termasuk di Pusat hari ini terjadi sentralistik kebijakan.

loading...
Menurutnya, daerah di pulau Jawa hari ini dana terserap sekitar 60 persen dari anggaran APBN. Sedangkan Aceh hanya mendapat serpihan-serpihan distribusi anggaran akibat politik anggaran ini tidak adil.

"Yang terjadi hari ini, kemiskinan yang ada dan tertinggi terjadi di Aceh dan Bengkulu. Kenapa kemiskinan terjadi, karena distribusi anggaran tidak merata, dan tidak berpihak kepada orang-orang miskin,” ujar pria kelahiran Lhokseumawe itu.

Fachrul menambahkan, untuk Aceh, kalau pemerintah fokus kepada gerakan mengurangi  kemiskinan karena masyarakat Aceh itu dimiskinkan bukan kemauan sendiri.

“Orang Aceh miskin karena dimiskinkan bukan kemauan dan mereka itu sendiri, karena program yang diterapkan saat ini merupakan program negara-negara sosial. Contohnya datang memberikan bantuan, uang hidup dan uang miskin, tetapi tidak memberikan uang stimulan yang bisa menyebabkan mereka keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Tambahnya, kalau pemerintah tetap melakukan hal seperti itu, berarti pemerintah membunuh rakyatnya dengan kemiskinan. Dia menilai ini lebih bahaya daripada bahaya lainnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Lhokseumawe, Aceh, Ekonomi
wwwwww