Kejaksaan Eksekusi 2 Terpidana Korupsi ke Lapas

Kejaksaan Eksekusi 2 Terpidana Korupsi ke Lapas
Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Efendi.
Selasa, 16 Mei 2017 13:18 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengeksekusi dua terpidana kasus korupsi dana transmigrasi. Namun, ada satu pelaku yang tidak diketahui keberadaannya, meski vonis sudah dijatuhkan.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Efendi saat konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (16/5/2017).

Menurutnya, baru tiga terpidana turun putusan Mahkamah Agung (MA), masing-masing atas nama Nurizal sebagai konsultan pengawas dengan putusan hukuman 5,6 tahun penjara dan Jamaluddin sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kabid Transmigrasi pada Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Pidie.

loading...
“Sedangkan satu lagi atas nama Suryadi sebagai Site Manager PT Sakura tidak koopratif dan tidak diketahui keberadaannya,” kata Efendi.

Baca: KPK Ingin Warga yang Lapor Praktik Korupsi Diberi Fee 10 Persen

Namun lanjutnya, keputusan MA sudah turun dan yang bersangkutan dihukum 6 tahun penjara.

"Jadi kita minta kepada yang bersangkutan dengan penuh kesadaran agar menyerahkan diri," ucap Kajari.

Ia juga mengungkapkan, satu lagi terpidana atas nama Muzamir sebagai Dirut PT Sakura hingga saat ini belum turun putusan MA.

Para terpidana didakwa telah melakukan korupsi dana transmigrasi di Gampong Pucok Kecamatan Geumpang, Pidie pada 2012, dengan nilai kontrak Rp 5.211.300.000.

Kerugian negara setelah diperiksa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh sebesar Rp 503.467.420.

Para terpidana telah melanggar Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi.

"Saat itu mereka terbebas dari jeratan hukum, akan tetapi, Jaksa melakukan banding ke MA," terang Kajari.

Selanjutnya, putusan MA Nomor 1688 K/PID.SUS/2016 tanggal 21 Februari 2017 telah menjatuhkan putusan kepada ketiga terdakwa dengan hukuman bervariasi. Sehingga, pihak Kejari Pidie melakukan eksekusi putusan MA tersebut.

“Jamaluddin bertindak kooperatif dan siap untuk dieksekusi ke Lapas Kelas II A Banda Aceh. Sedangkan Nurizal siap dieksekusi ke Rutan Kelas II B Sigli dengan hukuman 6 tahun penjara,” beber Efendi

"Kalau Muzamir belum turun putusan MK dan Suryadi tidak diketahui keberadaannya," sambung Kajari sembari menutup pembicaraan.

Baca: Dua Tersangka Korupsi Damkar Dibawa ke LP

Editor:Yudi
Kategori:Hukrim, Pidie
wwwwww