Home > Berita > Umum

ULP Aceh Selatan Diduga Rekayasa Tender Proyek

ULP Aceh Selatan Diduga Rekayasa Tender Proyek
Lokasi galian C tempat pengambilan material batu gajah di Gampong Labuhan Tarok yang diduga tidak memiliki izin resmi. [Hendrik]
Senin, 15 Mei 2017 16:17 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Forum Bedah Desa Nasional (FBDN) menduga, proses pelelangan proyek pembangunan Breakwater dan Revetmen PPI Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan sumber APBK 2017 senilai Rp1,95 miliar sarat dengan rekayasa dan KKN.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, meskipun perusahaan pemenang lelang CV Kirana Karya diduga tidak melengkapi syarat dukungan Galian C yang legal, tapi pihak Unit Lelang Pengadaan (ULP) Aceh Selatan tetap nekad memenangkan perusahaan dimaksud. 

Indikasi perusahaan tersebut tidak melengkapi syarat dukungan yang legal, berdasarkan hasil klarifikasi dengan satu-satunya pemilik izin Galian C resmi di Labuhan Tarok bernama Azhar

loading...
Ia justru mengaku tidak pernah memberikan dukungan Galian C kepada kontraktor pembangunan PPI dimaksud.

“Izin dukungan Galian C hanya pernah diberikan pada 2016 lalu tapi tidak berlanjut di 2017 ini," kata Ketua FBDN, T Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (15/5/2017).

Selain terkait dengan legalitas dukungan, Sukandi juga mempertanyakan terkait legalitas izin galian C lokasi pengambilan material batu gajah untuk digunakan pada proyek tersebut.

Soalnya, berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan sekitar dua pekan lalu, pihak rekanan justru mengambil material batu gajah persis berlokasi di dekat perairan laut yang berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan proyek breakwater dimaksud. 

"Apakah lokasi pengambilan batu gajah itu memiliki legalitas izin galian C yang sah? Sebab, setahu kami di Gampong Labuhan Tarok hanya ada satu izin galian C yang sah yakni punya Azhar. Namun anehnya, realita di lapangan pihak kontraktor justru mengambil batu gajah tidak jauh dari lokasi proyek di Pelabuhan PPI Labuhan Tarok," kata Sukandi.

Lanjutnya, diduga kuat aktivitas pengambilan batu gajah yang tidak jauh dari PPI Labuhan Tarok tersebut, berlangsung secara ilegal selama ini. Sebab, lokasi pengambilan batu gajah tersebut tidak jauh dari bibir pantai, sehingga secara otomatis telah masuk ke dalam kawasan konservasi yang dilindungi.

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Aceh Selatan
wwwwww