Tim Gabungan Mabes Polri Temukan Belasan Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar

Tim Gabungan Mabes Polri Temukan Belasan Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar
Pemusnahan belasan hektare ladang ganja di kawasan pegunungan Seulawah, Gampong Meusale Lhok, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (15/5/2017). [Hafiz Erzansyah]
Senin, 15 Mei 2017 19:33 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

JANTHO - ‎Tim Gabungan Bareskrim Mabes Polri, Polda Aceh dan Polres Aceh Besar, menemukan sekitar 16 hektare ladang ganja di beberapa titik lokasi, kawasan pegunungan Seulawah, tepatnya di Gampong Meusale Lhok, kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (15/5/2017).
 
 
 
Tim gabungan awalnya berkumpul di Hotel Hermes Palace sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, bergerak menuju lokasi ‎sekitar pukul 09.00 WIB dengan menempuh perjalanan selama satu jam, menggunakan sejumlah kendaraan roda empat.
 
Tidak cukup di situ, petugas dan wartawan yang ikut meliput operasi itu harus berjalan kaki selama 45 menit menuju lokasi.
 
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mebes Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, ladang ganja tersebut ditemukan di tiga titik berbeda yang jumlah keseluruhan sekitar 16 hektare.
 
"Di lokasi pertama, kita temukan satu hektare lebih lebih kurang, kemudian sekitar 12 hektare di titik kedua dan dua hektare di titik lokasi ketiga. Yang kita totalkan mencapai 16 hektare semuanya," katanya kepada wartawan.
 
Ia menjelaskan, ‎tiga lokasi ditemukan ladang ganja tersebut letaknya tidak berjauhan. Puluhan ribu batang ganja tersebut ditanam dengan waktu yang berbeda sekitar satu bulan. Menurutnya, hal ini dilakukan si penanam agar saat panen dapat dilakukan secara bertahap dan tidak membeludak hasil panennya.
 
"‎Si penanam ganja memberikan selang waktu sekitar satu bulan agar setelah dipanen pertama nanti, proses panen yang berikutnya akan dilakukan sebulan kemudian, ini dilakukan secara bertahap," kata Mantan Kapolresta Banda Aceh ini.
 
‎Belasan hektare ladang ganja yang ditemukan ini merupakan hasil pengembangan temuan sindikat di Lampung beberapa waktu lalu yang mencapai hampir satu ton. "Setelah dikembangkan, ternyata yang di Lampung ada 9 sampai 12 titik, ini juga hasil koordinasi kita dengan pihak Polda Lampung, Polda Riau dan beberapa Polda lainnya," ungkapnya.
 
Atas pengembangan yang dilakukan tersebut, pihaknya memerintahkan Dit Resnarkoba Polda Aceh beserta jajaran untuk melakukan penyelidikan di wilayahnya masing-masing. Diperoleh informasi, ada indikasi ladang baru yang dibentuk di kawasan pegunungan Aceh Besar ini.
 
"Ini juga berkat hasil koordinasi kita dengan Dit Resnarkoba Polda Aceh yang dipimpin Kombes Pol Agus Sartijo dan Polres Aceh Besar‎," tambahnya.
 
"Besok, sekitar pukul 10 pagi, kita naik kembali ke lokasi pegunungan untuk mengecek ke sejumlah titik lainnya‎. Diperkirakan, jumlah temuan ladang ganja ini bisa mencapai puluhan hektare. Ini luar biasa," katanya.

Operasi ini melibatkan satuan tugas (Satgas) gabungan dari 10 personel Mabes Polri, 40 personel Sabhara Polda Aceh, 12 personel Brimob Polda Aceh dan 30 personel Resnarkoba Polda Aceh dan Polres Aceh Besar beserta 25 personel Sabhara Polres Aceh Besar.

Operasi Ladang Ganja Bersinar 2017 ini, dipimpin langsung Brigjen Pol Eko Daniyanto, yang di dampingi Kepala Tim Satgas NIC Tipid Narkoba Mabes Polri, AKBP Dony Setiawan, para pejabat utama Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Direktur Dit Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo, Kasubdit Penmas Humas Polda Aceh, AKBP Simbolon dan Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto yang diwakili Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar, Iptu Yusra Aprilla.

‎Pantauan GoAceh, pemusnahan dengan cara dicabut lalu dibakar langsung dilakukan di lokasi temuan. Puluhan ribu batang ganja itu diperkirakan berusia empat bulan, memiliki tinggi dua hingga dua setengah meter. 


Editor:Zuamar
Kategori:Peristiwa, Aceh, Aceh Besar
wwwwww