Home > Berita > Umum

Polresta Banda Aceh Razia Balapan Liar, 300 Personel Diturunkan

Polresta Banda Aceh Razia Balapan Liar, 300 Personel Diturunkan
Knalpot racing sitaan dari pembalap liar di Jalan T Umar, Gampong Setui, Banda Aceh, Minggu (14/5/2017) dini hari. [Hafiz Erzansyah]
Senin, 15 Mei 2017 07:28 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Tadi malam, Polresta Banda Aceh melakukan razia balapan liar (bali) yang saat ini meresahkan masyarakat. Razia dilakukan di sejumlah titik yang diduga sebagai tempat beraksinya para pembalap liar, Minggu (14/5/2017) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.
 
 
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan, razia ini dilakukan berdasarkan keluhan masyarakat. Apalagi, para pembalap liar beraksi menggunakan knalpot racing yang suaranya sangat mengganggu.
 
"‎Berdasarkan keluhan dan pengaduan masyarakat tersebut, kita bentuk sejumlah tim dari 300 personel dari berbagai satuan seperti Intelkam, Reskrim, Lantas, Sabhara dan lainnya, serta dibantu personel TNI Kodam Iskandar Muda dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh," ujarnya tadi malam kepada GoAceh, setelah apel di halaman Pos Lantas Masjid Raya Baiturrahman.
 
‎Kapolresta menjelaskan, ratusan personel disebarkan di sejumlah titik yang diduga sering dijadikan tempat balapan liar, seperti Jalan T Umar (Setui), Jalan P Nyak Makam (BPKP/Lampineung), Jalan M Hasan (Batoh), Jalan Pango dan Jalan Ulee Lheue.
 
"‎Masing-masing tim ditempatkan di masing-masing tempat yang diduga kerab dijadikan sebagai tempat beraksinya para pembalap liar. Kita akan menindak tegas para pembalap, termasuk penonton," kata pria kelahiran Bireuen ini.
 
Pantauan GoAceh saat ikut dalam kegiatan tersebut, setiba tim gabungan di lokasi, kerumunan para pembalap liar dan para penonton di lokasi, langsung membubarkan diri, tepatnya di kawasan Jalan T Umar, depan Suzuya Mall Banda Aceh.
 
Hanya beberapa orang yang diduga sebagai pembalap liar dan sejumlah unit motor yang berhasil diamankan di salah satu lokasi yang merupakan target petugas malam itu.
 
"Dalam berburu pembalap, kita lebih kedepankan tindakan preventif dan tidak ada tindakan kekerasan dalam membubarkan aksi balapan liar ini.‎ Bagi kendaraan bali yang kita tangkap tadi, kita amankan ke Mapolresta. Jika pemiliknya ingin mengambil kendaraannya, harus melengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendara serta surat perjanjian tidak mengulangi yang ditandatangani orangtua, keuchik, tuha peut, Koramil dan Polsek setempat," Jelas Saladin.
 
‎Kombes Pol T Saladin menyebutkan, angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan para remaja di bawah umur, semakin banyak di Kota Banda Aceh. Bahkan, para korban juga ada yang meninggal dunia.
 
‎"Kita berharap para orang tua untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anaknya yang belum boleh berkendara," tambahnya.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Banda Aceh
wwwwww