Memasuki Ramadan, Harga Sembako Masih Stabil

Memasuki Ramadan, Harga Sembako Masih Stabil
Ilustrasi
Senin, 15 Mei 2017 15:16 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Memasuki bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok dan sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih stabil. Para pedagang mengklaim harga tersebut tidak akan naik secara signifikan.

“Saya rasa, harga kebutuhan bahan pokok tidak akan naik signifikan, jika hingga saat ini harganya masih tergolong stabil,” sebut Marzuki salah seorang pedagang sembako di Pusat Pasar Blangpidie kepada GoAceh, Senin (15/5/2017).

Diakuinya, sampai saat ini belum ada kenaikan harga kebutuhan pokok mulai dari beras, sayuran, ikan, ayam, daging dan lainnya.

loading...
Baca: Harga Bahan Pokok Mulai Meroket di Lhokseumawe

Ads
“Biasanya kalau naik, mulai sekarang sudah ada tanda-tandanya,” aku Marzuki.

Lanjutnya, saat ini memang ada sejumlah kebutuhan yang sudah naik, namun hanya berkisaran antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000.

“Kalau untuk telur, satu papannya saat ini kita jual Rp 36.000, biasanya Rp 32.000–Rp 35.000, ada kenaikan sekitar Rp 2.000,” sebutnya.

Hal serupa juga dikatakan Yusri, pedagang sayur-mayur. Disebutkannya, secara keseluruhan harga sembako dan sayur hingga saat ini masih stabil.

“Hanya saja, saat ini harga bawang putih yang cukup tinggi, naik dari Rp 28.000 menjadi Rp48 ribu per kilonya,” sebutnya.

Pantuan GoAceh di pusat Pasar Blangpidie harga gula pasir mulai dari Rp600 ribu hingga Rp610 ribu per sak, minyak goreng kemasan Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram, daging sapi Rp110 ribu hingga Rp130 ribu sekilo, daging ayam Rp40 ribu hingga Rp60 ribu/kg, tepung Rp 7.500 hingga Rp12 ribu/kg.

Selanjutnya, cabai merah Rp20 ribu hingga Rp30 ribu/kg, cabai rawit merah Rp18 ribu hingga Rp40 ribu/kg dan bawang merah Rp25 ribu hingga Rp30 ribu/kg.

Bawang putih dijual pedagang Rp48 ribu hingga Rp50 ribu/kg, garam Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per saknya.

Baca: Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Putih Mulai Merangkak Naik

Editor:Yudi
Kategori:Ekonomi, Aceh Barat Daya
wwwwww