Asuransi Santunan Kecelakaan Naik 100 Persen, Ini Kata Komisi V DPR

Asuransi Santunan Kecelakaan Naik 100 Persen, Ini Kata Komisi V DPR
Ilustrasi.
Senin, 15 Mei 2017 18:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kenaikan dana santunan kecelakaan yang mencapai 100 persen diapresiasi oleh komisi V DPR RI. Komisi yang membidangi masalah perhubungan dan infrastruktur ini menilai kebijakan itu sudah tepat.

Hanya saja, para wakil rakyat ini mengingatkan, kenaikan dana santunan kecelakaan yang tinggi jangan sampai menjadi stimulus kenaikan angka kecelakaan.

"Dana santunan kecelakaan memang perlu untuk dinaikkan. Disesuaikan dengan kondisi sekarang," kata Anggota Komisi V DPR RI, Moh Nizar Zahro, Senin (15/05/2017) di Jakarta.

loading...
Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan, besaran dana santunan selama ini berdasarkan aturan nomor 37/PMK.0.10/2008.

Ads
Aturan ini menurutnya sudah tidak kontekstual dengan kondisi sekarang. Sebab, selama 9 tahun, tidak ada penyesuaian.

"Sudah tepat ada kenaikan dana santunan. Hanya saja meskipun ada kenaikan dana santunan dari Jasa Raharja, masyarakat harus tetap hati - hati dalam mengemudikan kendaraannya di jalan lalu lintas," tutur politisi dari dapil Jatim XI (Madura) ini.

Nizar melanjutkan, pihaknya tidak menginginkan kenaikan dana santunan kecelakaan justru malah menjadi stimulus terhadap kenaikan angka kecelakaan. Apalagi jelang arus mudik lebaran. Karenanya, masyarakat harus tetap mematuhi rambu - rambu lalu lintas.

"Kita tidak menginginkan, ketika dana santunan naik, justru malah angka kecelakaan naik juga. Jadi masyarakat jangan sampai berfikir karena santunan besar, ada yang menanggung, jadi tidak berhati - hati. Sebab jaminan terbaik adalah kehati - hatian itu sendiri." pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat kegiatan sosialisasi kenaikan besar santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan hari Jumat, 12 Mei 2017 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu.

Adapun yg hadir pd kegiatan tsb antara lain, Menkeu (Sri Mulyani), Dirut Operasi Jasa Raharja (Budi Raharjo), Dirjen Hubdar (Puji Hartanto), Dir Gakkum Korlantas Polri (BJP. Pujiono), Kapuskeu Polri (BJP. Bambang Ghiri), Dirlantas PMJ (KBP. Ermayudi), Tamu undangan lainnya dari Unsur Polri, Kemenhub, OJK dan Jasa Raharja.

Intisari Acara adalah kenaikan besar santunan bagi korban kecelakaan, sbb:a. Korban MD besar santunan Rp.50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah)

b. Korban Luka berat santunan Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)

c. Biaya pemakaman sebesar Rp. 4.000.000 (Empat Juta Rupiah)

d. P3K sebesar Rp. 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)

e. Ambulance Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)

2. Hal tsb diatas diatur dlm Permenkeu RI no. 15/PMK.010/2017 dan Permenkeu RI no. 16/PMK.010/2017.

3. Alasan kenaikan besar santunan krn membaiknya laporan keuangan di PT. Jasa Raharja, menurunnya angka kecelakaan dan sdh 8 tahun nilai tsb blm ada perubahan.

4. Berlaku sejak mulai 1 Juni 2017. ***
wwwwww