Prof Rokhim Dahuri: Kita Masih Jauh dari Cita-cita Kemerdekaan

Prof Rokhim Dahuri: Kita Masih Jauh dari Cita-cita Kemerdekaan
Ketua DPP Bidang Kemaritiman dan sumber daya mineral PDIP Prof. Rokhim Dahuri (Kanan) di dampingi Ketua DPD PDIP Aceh, Karimun Usman (Kiri) saat diwawancarai wartawan di Banda Aceh, Sabtu (13/5/2017). [Safdar S]
Sabtu, 13 Mei 2017 23:04 WIB
Penulis: Safdar S
BANDA ACEH - Ketua DPP Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Mineral PDIP, Prof. Rokhim Dahuri mengatakan bahwa tujuan utama dalam perpolitikan PDIP adalah untuk berjuang menuju Indonesia maju makmur dan berdaulat.
 
"Kita masih jauh dari cita-cita kemerdekaan Indonesia, ketertinggalan dari sisi pembangunan, baik pembangunan ekonomi dan iptek. Untuk itu, mari sama-sama kita perjuangkan bersama PDIP untuk Indonesia yang maju, makmur dan berdaulat," ujarnya pada wartawan usai menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ke II PDI Provinsi Aceh di salah satu hotel di Banda Aceh, Sabtu (13/5/2017). 
 
Menurutnya, pada pemilihan legislatif tahun 2019 nanti merupakan tantangan yang sesungguhnya, sehingga dia berharap agar kader-kader mampu bekerja keras untuk meraih kemenangan sehingga imbas pilkada DKI dapat ditepis dengan memperbaikinya.
 
"Wajah PDIP Aceh ke depan harus bersyariat Islam, jika PDIP ingin berjaya maka kadernya harus menghormati budaya dan aspirasi di daerahnya," pesannya.
 
Dikatakan dia, Aceh merupakan provinsi terpenting buat Indonesia karena Serambi Mekah, sehingga untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat Aceh sangat diperlukan.

Untuk target kerja PDI-P ke depan dalam menghadapi pilkada 2018, dia meminta agar para kader dapat memenangi 100 persen dari tiga kabupaten dan kota yang akan menggelar pemilihan kepala daerah, yaitu Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Subussalam. 

"Kita berharap dapat menang 100 persen, semua yang kita usung pada pemilihan bupati pada 2018 nanti agar menang semua," katanya. 

Sementara untuk Pileg 2019, Dahuri menargetkan agar PDI-P di Aceh dapat memperoleh minimal 5 kursi di DPRA, hal itu karena pada Pileg 2014 lalu kosong semua.

Sementara itu, untuk PDIP pusat, dia memohon dukungan dan doa restu dari masyarakat Aceh.

"PDI-P benar-benar partai pelopor, partai yang didirikan oleh pendiri bangsa ini untuk memajukan bangsa Indonesia, Aceh yang merupakan provinsi terpenting buat Indonesia karena Serambi Mekah, kamipun ingin mendapat kepercayaan dari masyarakat Aceh," tutupnya.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Politik, Aceh, Banda Aceh
wwwwww