Home > Berita > Umum

Polisi Sumsel Gagalkan Peredaran Sabu Aceh Senilai Rp1,5 Miliar

Polisi Sumsel Gagalkan Peredaran Sabu Aceh Senilai Rp1,5 Miliar
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga dan jajaran mengekspose penangkapan 700 gram sabu dan para tersangka di Mapolres, kemarin. Foto: Ansyori/Sumatera Ekspres
Sabtu, 13 Mei 2017 10:44 WIB

LUBUKLINGGAU, Sumsel - Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan mengagalkan peredaran sabu-sabu dengan berat total 700,34 gram senilai Rp1,5 miliar milik sindikat narkoba antar provinsi dari Aceh.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujanga, didampingi Wakapolres Kompol Andi Kumara, dan Kasat Narkoba AKP Ahmad Fauzi menjelaskan, bahwa terungkapnya jaringan sindikat pengedar narkotika antar provinsi tersebut diketahui bermula dari informasi bahwa akan ada transaksi penerimaan sabu seberat 1 kilogram pada Selasa (9/5/2017) oleh tersangka MA alias Apek (27) warga Kota Lubuklinggau di kamar nomor 307 Wisma Pratama, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Taba Jemekeh, Lubuklinggau.

Di sana, Satuan Narkoba dipimpin Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzi melakukan penggerebekan. Saat dilakukan penggerebekan ternyata tersangka tidak seorang diri, yakni bersama rekannya JH (35) warga Lubuklinggau.

loading...
"Dari hasil penggeledahan, kita temukan dalam kamar tersebut berupa tiga bungkus plastik klip diduga sabu yang ditemukan dalam tas milik Apek, tiga buah Hp, dua buah kartu ATM BCA, Struk bukti transfer dan sabu sebesar 0,23 gram milik JH serta satu unit Hp."

Berdasarkan interogasi tersangka Apek, ia mengaku menerima sabu tersebut seberat 1 kilogram dari seorang warga Aceh berinisial WN pada 7 Mei 2017. Namun, setelah menyerahkan sabu tersebut WN langsung kembali ke Aceh.

Apek mengaku, bahwa ia memesan sabu tersebut melalui rekannya MY (42) warga Kabupaten Bireuen, Aceh yang saat itu berada di Wisma Rustam, Kelurahan Watervang.

"Mereka mengaku bahwa sabu tersebut disimpan di kosan pacarnya Apek. Di sana kita lakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti sabu yang dibungkus plastik hitam dengan berat lebih kurang 700 gram," terangnya.

Tidak berhenti disitu, polisi terus melakukan pengembangan dan bahwa sabu seberat 1 kilogram sudah berhasil diedarkan lebih kurang 200 gram kepada seseorang tahanan berinisial HM di lapas narkotika Lubuklinggau di Muara beliti dan lebih kurang 100 gram diedarkan di Lubuklinggau.

Kemudian, polisi melakukan penangkapan tersangka lainnya berkat 'kicauan' tersangka Apek dan JH yakni tersangka TP, RH dan GK. Di mana ketiga tersangka tersebut mengakui menerima sabu dari Apek dan JH. Dari tangan RH, polisi mengamankan 7 gram sabu yang diakui RH ia menerima sabu tersebut dari Apek pada selasa (8/5/2017) lalu seberat 10 gram.

"Penangkapan tersangka lainnya yang sudah diketahui seperti HM yang masih di lapas maupun WN yang mengantarkan sabu sudah diketahui," katanya.

Sementara penyelidikan terhadap HM yang masih berstatus narapidana belum dapat dilakukan mengingat pihak lapas khawatir akan rusuh sehingga pemeriksaan dijadwalkan dalam koordinasi selanjutnya."tersangka sebanyak lima orang sudah kita amankan, ini masih dalam pengembangan kita. Dan ini jaringan antar provinsi dari Aceh."

Editor:Kamal Usandi
Sumber:okezone.com
Kategori:Umum, Aceh, Bireuen
wwwwww