Home > Berita > Umum

Misteri Kematian Anggota Pasukan Elite TNI AU di Barak Yonko 464

Misteri Kematian Anggota Pasukan Elite TNI AU di Barak Yonko 464
Korps Pasukan Khas TNI AU [Foto: www.tni-au.mil.id]
Sabtu, 13 Mei 2017 16:25 WIB

JAKARTA - Tangis Triwiyati (52) pecah melihat sejumlah prajurit menggotong peti berisi jenazah putranya. Prajurit Kepala Yudha Prihartanto pulang ke rumah dalam keadaan tak bernyawa. 

Anggota pasukan elite Korps Pasukan Khas TNI AU ini bukan gugur di medan laga. Dia tewas di barak Batalyon Komando 464 Malang. Ada luka penganiayaan dan luka tusuk di lehernya.

Di mata keluarga, Yudha dikenal sebagai anak yang baik. Hal itu yang ditangkap sejumlah media lokal di Kebumen mewawancarai keluarga tamtama ini di Desa Pesuruhan, Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

loading...
Yudha pula yang jadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya, meninggal dunia. Dia mengikuti jejak ayahnya menjadi prajurit Angkatan Udara.

"Yudha yang membiayai adik-adiknya," isak Triwiyati.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan duka cita mendalam untuk keluarga Praka Yudha. Dia memerintahkan Komandan Polisi Militer menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Pelaku yang bersalah, harus dihukum sesuai undang-undang.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI AU Julexi Tambayong mengaku mendapat informasi dari rumah sakit soal tewasnya Praka Yudha. Dia menyebut Yudha tewas karena pendarahan hebat di lehernya, Kamis (11/5) kemarin.

Namun apa penyebabnya, Marsma Julexi menyebut masih dalam penyidikan polisi militer. Dia tak berwenang menyebut hal itu karena secara garis komando, Batalyon Komando 464/Nanggala bukan berada di bawah kendalinya. Walau lokasi markas Yonko itu ada di dalam Lanud Abdulrachman Saleh.

Yonko Paskhas adalah pasukan elite di tubuh TNI AU. Pasukan baret jingga ini berkualifikasi penerjun dan komando. Setara Kopassus atau Raider jika di TNI AD.

Misi-misi yang diembannya antara lain pertahanan pangkalan udara, operasi penerjunan, pengendalian tempur, hingga SAR tempur dan penyerangan amfibi. Walau berada di tubuh TNI AU, anggota Paskhas memiliki kemampuan bertempur di tiga matra, darat, laut dan udara.

Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya menyampaikan hasil temuan sementara penyelidikan polisi militer TNI AU. Dia menyebut dugaan awal, Yudha tewas bunuh diri karena stres. Bukan karena dianiaya seperti kabar yang beredar.

Editor:Yudi
Sumber:www.merdeka.com
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww