Home > Berita > Umum

Beritakan Soal Judi Togel, Oknum Polisi Datangi Rumah Awak GoSumut

Beritakan Soal Judi Togel, Oknum Polisi Datangi Rumah Awak GoSumut
Ilustrasi
Sabtu, 13 Mei 2017 19:30 WIB
Penulis: Fendry Nababan

LABUHANBATU - Diduga tidak senang dengan pemberitaan judi togel dan Kim Hongkong di Kecamatan Panai Tengah dan Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kediaman jurnalis GoSumut, Fendry Nababan didatangi tiga oknum polisi, Sabtu (13/5/2017) sekira pukul 00.30.

BACA:

Lapor Pak Kapolres... Judi di Dua Kecamatan ini masih Merajalela  

loading...
Menurut Fendry, peristiwa ini terjadi saat tayangnya berita judi togel di GoSumut Jumat (12/5/2017) kemarin. Informasi yang diperoleh Fendry, saat itu juga kanit memanggil bandar togel untuk menytop.

"Jadi intinya kanit terima setoran dari dua bandar togel. Sekitar jam 9 malam dia jumpai bandar togel suruh stop dan pagi 00:30 (tiga anggota) dia datang ke rumah, Bang," bebernya.

Fendry juga menduga, hal ini juga berkaitan dengan konfirmasinya dua hari yang lalu. Di mana, dirinya melakukan konfirmasi dengan Kanit Reskrim Polsek Panai Tengah, Ipda, KBT, terkait kegiatan kepolisian yang di tingkatkan (K2YD).

"Dalam pembicaraan itu, saya memberikan masukan jelang bulan suci ramadhan, jangan hanya lapo tuak saja yang disweeping, penginapan juga hendaknya disweeping (juga) bekerja sama dengan Satpol PP, Forpimka, toga, tomas dan bila perlu dilibatkan juga OKP dan ormas," ungkapnya.

Hal ini pula diduga Fendry Kanit Reskrim Panai Tengah tidak senang dengan masukkan yang diberikan masyarakat.

"Karena menurut informasi kanit dapat fasilitas tempat tinggal gratis di penginapan itu, ditambah lagi dengan pemberitaan kemarin tentang masih maraknya judi togel hanya jurtul aja yang ditangkap di wilhum Polsek Panai Tengah," bebernya lagi.

"Sekitar pukul 00.30 WIB, rumahku di gedor gedor dengan keras, ketika di buka pintu ternyata tiga orang oknum polisi yang datang. Isteriku kaget dan mau nangis, ada masalah apanya, kok datang polisi bangunlah jumpai dulu," ujar Fendry menirukan keresahan isterinya.

Dari situ, dirinya sempat laga argumen dengan oknum polisi tersebut terkait konfirmasi dan sms yang dikirimnya ke oknum kanit tersebut. Singkat cerita salah satu oknum menanyakan apa kita hentikan aja semua permainan ini.

"(Gitulah yang) kudengar," imbuhnya.

Akibat kejadian, keluarganya mengalami trauma dan ketakutan. Jika soal pemberitaan, masih ada ada waktu besok pagi, dan tidak mesti dini hari klarifikasi.

"Kami minta kepada Bapak Kapolres AKBP Frido Situmorang SIK, SH, agar memberikan teguran terkait hal ini, mungkin Kanit tidak mengerti tentang kode etik profesi Kepolisian Republik Indonesia," pinta Fendry.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang saat dihubungi GoSumut tentang hal ini, berjanji akan menindaklanjuti.

"Hari Senin kita akan panggil oknumnya. Kalau memang berita tentang penyakit masyarakat, baguslah ditutup semua itu agar Labuhanbatu, lebih aman dan kondusif," tegas Kapolres.

Editor:Fatih
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww