Kisah Nuraini

Gadis Cantik Asal Lhoksukon Melawan Tumor Ganas, Kakinya Terancam Diamputasi

Gadis Cantik Asal Lhoksukon Melawan Tumor Ganas, Kakinya Terancam Diamputasi
Nuraini menjalani perawatan di Rumah Sakit Kesrem Kota Lhokseumawe, Jumat (12/5/2017). [Sarina]
Jum'at, 12 Mei 2017 22:19 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE- Gadis cantik asal Alue Tingkem, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, hanya terbaring lemas di rumah sakit Kesrem Lhokseumawe. Dokter telah memvonisnya menderita tumor ganas di betis kanan.Si cantik, pemilik nama Nurani itu tidak seberuntung gadis remaja lainnya. Terlebih ketika kakinya terancam diamputasi. Dia hanya terbaring dan duduk di tempat tidurnya di rumah sakit itu, melawan tumor ganas stadium akhir di tulang kaki.

Gadis kelahiran 2000 silam ini, adalah anak ke empat dari delapan bersaudara, pasangan Nursidah (40) dan Zulkifli (52).

loading...
Setahun lalu, keluarga sempat mengira bahwa Nurani hanya mengalami bisulan di betis sebelah kanan. Tetapi, lama kelamaan benjolan itu semakin membesar dan terus menjalar hingga ke bagian paha.

Ads
Di dampingi orangtuanya, Nuraini hanya terbaring dengan kondisi tubuhnya yang tak berdaya di atas ranjang. Matanya terlihat sayup berkaca. Setidaknya itulah yang terlihat ketika GoAceh berkunjung ke rumah sakit itu, Jumat (12/5/2017) sore.

Ibunya menyebut, Nuraini sudah menjalani perawatan di empat rumah sakit dalam wilayah Aceh. Awalnya keluarga membawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, kemudian dirujuk ke RS Fauziah Bireuen, selanjutnya ke RS Zainal Abidin Banda Aceh dan terakhir ke RS Kesrem Lhokseumawe.

“Pada saat di RS Fauziah Bireuen, pihak rumah sakit memvonis Nuraini menderita tumor ganas, sehingga pihak rumah sakit meminta uang Rp400 ribu, untuk pemeriksaan sampel penyakit yang dideritanya."

"Karena saat itu kami keluarga tidak memilki uang sebanyak itu, maka anak kami gagal dioperasi dan kami membawa Nuraini ke Banda Aceh,“ kata Nursidah.

Usai menderita penyakit lebih dari satu tahun itu, kondisi tubuhnya sudah mulai kurus. Keluarga tidak menyetujui kaki remaja cantik itu diamputasi.

“Bilapun ada alternatif lain untuk kesembuhan anak kami, bukan dengan cara amputasi, Nuraini sudah dirawat di RS Kesrem selama empat hari. Kami berharap ada upaya dari pihak rumah sakit untuk membantu kesembuhannya yang saat ini sudah sangat labil dan tubuhnya kerap menggigil kedinginan,” sebut Nursidah.

Di lain sisi, Ibunya menceritakan, Nuraini hanya menamatkan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Peuto, Kecamatan Lhoksukon. Karena keterbatasan ekonomi orangtua, gadis cantik itu tidak lagi melanjutkan pendidikan ke SMA, layaknya teman sebaya yang hidupnya lebih beruntung.

“Ayahnya sehari-hari hanya bekerja sebagai petani di sawah, jangankan untuk menyambung sekolah Nuraini, untuk makan sehari-hari terkadang tidaklah mencukupi," kata Nursidah polos.

Nuraini adalah salah satu siswa yang memiliki prestasi di sekolah. Karena kondisi keuangan orangtuanya terbatas, gadis cantik itu harus menghentikan cita-citanya. Tragis.

Editor:Zuamar
Kategori:Bireuen, Aceh Utara, Aceh, Umum
wwwwww