Diminta Kosongkan Tokonya, Pedagang Peusangan Ramai-ramai Gugat ke Pengadilan

Diminta Kosongkan Tokonya, Pedagang Peusangan Ramai-ramai Gugat ke Pengadilan
Kuasa hukum pedagang di Peusangan, Rasminta Sembiring.
Jum'at, 12 Mei 2017 22:36 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Sebanyak 23 pemilik toko dan kedai di kawasan Pasar Ikan Lama, Kota Matangglumpangdua, Peusangan, Kabupaten Bireuen terpaksa harus mendaftarkan gugatan mereka ke Pengadilan Negeri Bireuen, Jumat (12/5/2017).
 
Pasalnya, beberapakali pihaknya mendapat surat teguran dari pemerintah setempat, melalui pihak developer yang ingin mengusai toko milik mereka.

Menurut keterangan sejumlah pemilik toko kepada GoAceh, gugatan tersebut diajukan, sebab pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen akan melakukan pembongkaran terhadap sejumlah toko dan kedai milik pedagang itu.
 
Kuasa hukum pemilik seluruh toko itu, Rasminta Sembiring kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/5/2017) usai mendaftarkan gugatan tersebut menguraikan, gugatan tersebut diajukan oleh 23 pedagang dan merupakan pemilik sah toko dan kedai itu.
 
Menurutnya, toko yang selama ini mereka tempati tersebut dibangun di atas tanah yang dikuasai oleh negara, bukan milik pemarintah daerah.
 
Awalnya toko yang mereka tempati ini, dibeli dari seorang warga Bireuen, Guntala Hasan yang juga developer pembangunan toko itu.
 
“Para pedagang sudah lama berdagang di situ. Namun secara tiba-tiba, Maret 2017 lalu diperintahkan agar mereka segera mengosongkan tokonya. Kondisi ini membuat mereka resah dan takut,” kata Rasminta.
 
Tak hanya itu, terakhir 8 Mei 2017, surat teguran kembali dilayangkan Camat Peusangan, Amiruddin meminta dan memerintahkan, pengosongan bangunan itu pada, Senin 14 Mei 2017 mendatang.
 
“Apa bila mereka tak segera mengosongkan sesuai dengan waktu ditetapkan itu, maka tim penertiban kabupaten melakukan pembongkaran paksa,” katanya.
 
Alasanya, tambah Rasminta, pengosongan tersebut dilakukan Pemkab Bireuen guna peremajaan Kota Matangglumpangdua, sehingga dibongkarnya toko.
 
“Kalau dilihat dari segi bangunanya, toko ini masih sangat layak dipakai, tak perlu harus dibongkar. Bila hanya dicat tentu lebih bagus dengan tetap melibatkan pemiliknya,” katanya.
 
Dengan kondisi ini, sambung Rasminta, maka pemilik toko yang sah ini tidak menerima dilakukan pihak Pemkab Bireuen.
 
“Menghindari hal-hal yang tidak diingin di lapangan, mereka menempuh jalur hukum dan mendaftarkan gugatan ke pengadilan, biarlah hukum yang akan menjelaskan,” katanya.
 
Hingga sejauh ini, terang Rasminta, berstatus toko itu quo sementara, menunggu keputusan tetap. Pemilik dan Pemkab Bireuen harus tetap menghormati proses hukum, Pemkab Bireuen untuk tidak melakukan pembongkaran sebelum ada putusan di pengadilan.
 
“Dalam hal ini, Pemkab Bireuen punya hak, masyarakat juga punya hak. Maka perlu diselesaikan di pengadilan. Pemilik juga legowo dan menerimanya, Pemkab juga harus tetap menerima dengan keputusan nantinya,” ujarnya.
 
Rasminta di dampingi sejumlah pemilik toko menjelaskan, pemilik toko ini pernah duduk bermusyawarah dengan Pemkab Bireuen, namun aspirasi pedagang ini tak didengarkan dan mendesak, untuk tetap mengosongkan toko mereka.
 
Terhadap gugatan ini, pihak kuasa hukum akan mengirimkan surat pemberitahuan, Sabtu (13/5/2017) besok, baik kepada Bupati Bireuen, Camat Peusangan, Kapolres Bireuen, Kapolsek Peusangan, Danramil Peusangan dan instansi terkait lainnya.
 
“Surat ini untuk menjelaskan, kalau pemilik toko di kawasan Pasar Ikan Lama, Peusangan sudah mendaftarkan gugatannya ke pengadilan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan,” jelasnya Rasminta Sembiring.
 
 
Editor:Zuamar
Kategori:Hukrim, Aceh, Bireuen
wwwwww