Cegah Hepatitis A, KIPM Diminta Periksa Kesehatan Karyawan Pengekspor Tuna

Cegah Hepatitis A, KIPM Diminta Periksa Kesehatan Karyawan Pengekspor Tuna
Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kelas I Aceh, M Darwin Syah Putra. [Hafiz Erzansyah]
Jum'at, 12 Mei 2017 20:19 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Guna mencegah kontaminasi virus hepatitis A pada produk olahan ikan tuna asal Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengeluarkan surat edaran bagi seluruh Unit Pelayanan Teknis Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (UPT KIPM) untuk memeriksa kesehatan keryawan di perusahan pengekspor tuna.
 
Informasi ini diperoleh GoAceh, melalui Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kelas I Aceh, M Darwin Syah Putra, saat ditemui di kawasan Gampong Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (12/5/2017) sore.
 
‎"Surat edaran ini dikeluarkan KKP RI berdasarkan terjadinya kasus positif hepatitis A produk olahan ikan tuna asal Indonesia ke negara bagian Hawaii, USA, yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Amerika Serikat, di Washington," ujarnya.
 
Dijelaskannya, penyebaran atau terkontaminasinya pengkonsumsi ikan tuna di Hawai tersebut, bisa dikarenakan oleh manusia saat melakukan pengolahan ataupun di lingkungan.
 
"Hepatitis A merupakan virus yang menyebar secara faecal-oral (dari kotoran/feses dan mulut, seperti batuk, bersin dan lainnya) dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, serta disebabkan karena sanitasi-hygeine (peralatan, pekerja, air dan sebagainya) yang tidak baik pada manusia dan lingkungan," jelas Darwin.
 
Ia mengungkapkan, UPT KIPM yang melakukan pengawasan dan pengendalian melalui sertifikasi HACCP dan Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) di seluruh Indonesia, termasuk Aceh, diimbau oleh pusat‎ untuk memonitoring secara berkala terhadap kesehatan karyawan, untuk menjamin bahwa karyawan pengolah tersebut tidak mengidap penyakit atau menjadi pembawa virus hepatitis A tersebut.
 
 
 
 
Editor:Zuamar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Aceh, Banda Aceh
wwwwww