Pengamat Nilai Tindakan DKPP Terhadap Ketua Panwaslih Aceh Sudah Tepat

Pengamat Nilai Tindakan DKPP Terhadap Ketua Panwaslih Aceh Sudah Tepat
Ilustrasi.
Kamis, 11 Mei 2017 19:45 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Samsul Bahri resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Tindakan DKPP, menurut pengamat politik, itu sudah tepat dan sesuai aturan.

"Saya kira Ketua Panwaslih Aceh diberhentikan dari jabatannya sudah sesuai aturan jika memang hal itu tidak bisa diselesaikan secara internal di kalangan penyelenggara pemilu di Aceh," kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Kamaruddin Hasan menanggapi kabar pemberhentian ketua Panwaslih Aceh, Kamis (11/5/2017).

Menurut Kamaruddin, tindakan DKPP tidak ada yang bersifat kekeliruan. Sebab, kata dia, DKPP merupakan lembaga pertimbangan hukum yang adil.

loading...
"Tentu apa yang diputuskan dalam sidang itu berdasarkan poin-poin atau unsur-unsur yang mencukupi syarat. Dan saya rasa itu bukan sebuah hukuman yang berat. Jadi tidak apa-apa saya rasa," kata Kamaruddin Hasan.

Diberitakan sebelumnya, Samsul Bahri resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua Panwaslih Aceh. Kesimpulan itu diutarakan oleh DKPP RI pada sidang putusan yang digelar Rabu (10/5/2017) kemarin.

Menurut penasehat Hukum KIP Aceh Tengah, Nazaruddin Ibrahim, dalam sidang tadi, majelis hakim memutuskan bahwa teradu (Samsul Bahri) dinyatakan terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu yaitu pasal 10, pasal 14 dan pasal 16.

Samsul Bahri diadukan oleh Ketua KIP Aceh Tengah Marwansyah ke DKPP terkait pernyataan Samsul Bahri mengenai perselisihan suara calon gubernur dan wakil gubernur Aceh saat proses rekapitulasi di Kabupaten Aceh Tengah beberapa waktu lalu.
wwwwww