IKAT Aceh Kembali Adakan Bimbingan Belajar ke Timur Tengah

IKAT Aceh Kembali Adakan Bimbingan Belajar ke Timur Tengah
IKAT Aceh kembali melaksanaan bimbingan seleksi nasional, beasiswa dan non beasiswa program S1 perguruan tinggi di negara Timur Tengah, tahun akademik 2017/2018, di Gedung Diklat BPSDM (BKPP Lama) Aceh. [Istimewa]
Kamis, 11 Mei 2017 19:28 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh adakan bimbingan belajar untuk calon mahasiswa-mahasiswi Aceh, menghadapi pelaksanaan seleksi nasional, beasiswa dan non beasiswa program S1 perguruan tinggi di Timur Tengah tahun akademik 2017/2018.
Ketua IKAT Aceh, M. Fadhil Rahmi dalam rilisnya kepada GoAceh, Kamis (11/5/2017) mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama seminggu, mulai  10-16 Mei 2017 dengan sistem karantina di Gedung Diklat BPSDM (BKPP Lama) Aceh. 
 
“Tahun ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai daerah dan alumni dari sejumlah Ma’had/dayah di Aceh. Peserta harus mengikuti seleksi nasional, beasiswa dan non beasiswa program S1 perguruan tinggi di negara Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, Lebanon dan Sudan,” katanya.
 
Fadhil berharap, peserta dapat menggunakan kesempatan ini mengikuti pelatihan serta bimbingan yang dipandu langsung Masyayikh atau senior IKAT Aceh.

“Hingga saat ini, IKAT tetap dan senantiasa mendampingi bentuk kegiatan, dengan berorientasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, terutama pendidikan ke Timur Tengah,” harapnya.
 
Program tahun ini diraharapkan, putra-putri Aceh dapat lulus ke Timur Tengah lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada BPSDM atas kerjasama, memberikan fasilitas pada kegiatan ini.
 
Ketua Panitia pelaksana, Tgk Tasqa Alauddin dalam laporannya mengatakan, selama kegiatan ini berlangsung, pihaknya melibatkan Syarifah Rahmi dan Muakhir Zakaria (bidang bahasa), Syukran Abu Bakar (Tafsir), Zahrul Bawady (Fiqh), Yasmin Thahira (Tahfiz) selaku pemetari serta beberapa tutor lainnya.
 
“Materi yang akan diuji selama kegiatan ini, Hafalan Quran, hadits, bahasa Arab, tafsir dan ulum syariyyah lainya. Lalu strategi bimbibang belajar dengan jadwal yang lebih padat," terang Tasqa.
 
Editor:Zuamar
Kategori:Pendidikan, Aceh, Bireuen, Banda Aceh
wwwwww