Kejari Aceh Selatan Cambuk Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Kejari Aceh Selatan Cambuk Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur
Eksekutor sedang mengeksekusi hukuman cambuk terhadap pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di halaman kantor Kejari, Tapaktuan, Jumat (5/5/2017). [Hendrik]
Jum'at, 05 Mei 2017 17:41 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan menggelar eksekusi cambuk terhadap dua terpidana pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di halaman kantor Kejari, Jumat (5/5/2017) sekitar pukul 11.30 WIB. Kedua terpidana yang sudah mendapat vonis hakim Pengadilan Syariah Tapaktuan tersebut, masing-masing benama M Junaidi Alias Juned dan Tarmizi.

Pantauan di lokasi, pelaksanaan hukuman cambuk yang turut disaksikan oleh Hakim Pengadilan Mahkamah Syariah dan Kepala Dinas Syariat Islam, M Rasyid serta Kepala Satpol PP dan WH, Rahmatuddin tersebut berjalan aman dan lancar.

Baca: 4 Pasangan Pelaku Ikhtilath Dicambuk

Namun hukuman cambuk yang rencananya akan dilakukan terhadap dua orang terpidana, hanya terlaksana terhadap M Junaidi.

Ads
Soalnya setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, terpidana Tarmizi tidak bisa menjalani eksekusi hukuman cambuk karena kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Terpidana M Junaidi (20 tahun) berasal dari Gampong Krueng Batee, Kecamatan Trumon Tengah merupakan pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur terbukti telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Mahkamah Syariah Tapaktuan menghukum terpidana dengan jumlah uqubat cambuk Ta’jir sebanyak 160 kali dipotong masa tahanan selama 196 hari sehingga jumlah hukuman cambuk yang diterima menjadi 153 kali.

Sesuai tata cara hukuman cambuk yang diatur dalam Qanun Jinayat, proses eksekusi cambuk dilakukan per tahapan. Tahap pertama dilakukan sebanyak 25 kali, selanjutnya terpidana diperiksa kesehatannya oleh tim dokter.

Setelah eksekusi cambuk terhadap M Junaidi dilakukan, pada tahap terakhir tim dokter memutuskan untuk melanjutkan eksekusi cambuk terhadap yang bersangkutan hingga selesai seluruhnya sebanyak 153 kali.

Baca: 8 Pelaku Khalwat dan Empat Penjudi Dihukum Cambuk di Banda Aceh

Sedangkan terpidana Tarmizi, warga Kecamatan Pasie Raja yang merupakan terpidana kasus pemerkosaan juga terhadap anak di bawah umur, seharusnya mendapat hukuman cambuk sebanyak 200 kali.

Namun, karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan sehingga eksekusi cambuk kembali terpaksa dibatalkan.

Pembatalan ini merupakan sudah yang ketiga kali setelah pada beberapa rencana eksekusi cambuk sebelumnya pihak Kejari selalu menemukan kendala dan hambatan serupa saat hendak mengeksekusi cambuk pelaku.

Kepala Kejari Aceh Selatan, Munif menyatakan, karena beberapa kali rencana eksekusi cambuk terhadap terpidana Tarmizi selalu gagal, maka sesuai ketentuan KUHAP yang bersangkutan sudah harus dibebaskan, tidak boleh lagi dilakukan kurungan badan.

Menurutnya, Tarmizi yang dalam kondisi sakit tersebut harus dibebaskan karena sudah cukup lama eksekusi cambuk terhadap yang bersangkutan tidak bisa dilaksanakan.

Yang bersangkutan tidak mungkin terus-menerus ditahan sebab hal itu bisa menjurus pelanggaran HAM. Sementara, untuk opsi tebusan mahar pengganti cambuk juga tidak mungkin sanggup dipenuhi karena pelaku hidup di bawah garis kemiskinan.

“Hal ini merupakan salah satu kelemahan Qanun Jinayat di Aceh, karena tidak mengatur secara spesifik terkait implementasi pemberian hukuman terhadap terpidana,” tandasnya.

Baca: Tahun Ini, Pelanggar Syariat Di Abdya akan Dicambuk

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Selatan, Hukrim
www www