Home >  Berita >  Umum

Bekas Perkantoran Pemkab Aceh Selatan Terancam Ambruk ke Laut

Bekas Perkantoran Pemkab Aceh Selatan Terancam Ambruk ke Laut
Kondisi bekas Gudang Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan di jalan T Ben Mahmud Tapaktuan retak dan pecah, tiang beton miring dan patah akibat tergerus abrasi dan dihantam ombak. [Hendrik]
Kamis, 04 Mei 2017 22:42 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Pasca wilayah Aceh Selatan diguyur hujan deras, sejak beberapa pekan terakhir telah mengakibatkan semakin parahnya abrasi pantai, khususnya di sepanjang pantai Kota Tapaktuan.

Hantaman abrasi yang terus menggerus bibir pantai tersebut tidak hanya mengancam rumah-rumah penduduk di tepi pantai, tapi juga mengancam keberadaan bekas Gudang Dinas Lingkungan Hidup yang berdiri di pinggir pantai samping Jalan T Ben Mahmud atau tepatnya di depan Kantor Bupati Aceh Selatan sekarang ini.

Selain gudang terancam ambruk, terjangan abrasi juga mengancam sejumlah perumahan Pemda yang berada di pinggiran pantai wilayah itu.

Pantauan di lokasi, gudang dimaksud kondisinya sekarang ini sudah retak dan miring akibat dihantam abrasi laut. Jika tidak segera ditanggulangi gudang bekas Dinas Lingkungan Hidup tersebut terancam roboh ke dasar laut, akibat terus menerus dihantam gelombang.

Hal itu sangat memungkinkan terjadi, sebab kondisi sekarang ini sudah terlihat dinding beton gudang dimaksud sudah retak dan pecah, tiang sudah miring dan patah. Sayangnya, tebing pengaman ombak yang terbuat dari beton (coran semen) sudah mulai ambruk tergerus abrasi laut.

“Pemkab Aceh Selatan harus segera menanggulangi bencana abrasi yang semakin parah tersebut. Sebab jika bencana alam itu terus dibiarkan maka sangat berpotensi bangunan insfrastruktur dimaksud akan hancur,” kata warga Tapaktuan, Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (4/5/2017).

Celakanya lagi, sambung dia, jika hantaman abrasi laut terus mengganas tidak hanya mengancam gudang dan perumahan Pemda, tetapi juga mengancam beberapa bangunan bekas perkantoran milik Pemkab Aceh Selatan lainnya, yang berdiri tidak jauh dari bangunan gudang tersebut.

Di kawasan itu sendiri terdapat kantor Dinas Syariat Islam, bekas kantor Badan Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan Pertamanan yang sekarang namanya Dinas Lingkungan Hidup, bekas Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), perumahan PNS milik Pemkab Aceh Selatan termasuk bekas Kantor Mahkamah syariah.

“Apabila bencana abrasi terus meluas dan tidak ditangani segera, dikhawatirkan akan merusak sejumlah insfrastruktur lainnya, baik milik pemerintah maupun milik masyarakat,” kata Mayfendri.

Berdasarkan pantauan terakhir, dari beberapa bangunan tersebut kondisi yang paling parah diterjang abrasi adalah khusus bangunan bekas gudang BPDLKP yang sekarang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup.

Saat ditanya terkait persoalan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan, Mirjas membenarkan bahwa bekas bangunan gudang milik dinas yang dipimpinnya tersebut terancam ambruk ke dasar laut akibat dihantam abrasi.

“Gudang lama Dinas Lingkungan Hidup di jalan T Ben Mahmud memang mulai rusak akibat dihantam ombak. Namun sejak kami pindah ke kantor baru di Lhok Bengkuang, gudang dan gedung perkantoran tersebut sudah dikembalikan menjadi aset daerah. Artinya, segala tanggungjawab dan pemeliharaan menjadi kewenangan pihak pengelola aset,” kata Mirjas.

Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www