Home >  Berita >  Aceh Utara

Ajari Cara Racik Sabu Via Video Call, Napi Rutan Lhoksukon Dijemput BNN Pusat

Ajari Cara Racik Sabu Via Video Call, Napi Rutan Lhoksukon Dijemput BNN Pusat
Ilustrasi.
Kamis, 04 Mei 2017 22:55 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Seorang narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dijemput paksa oleh BNN pusat, karena terbukti telah mengajari cara meracik sabu via video call kepada sejumlah tersangka yang ditangkap di Depok, Jawa Barat, Kamis (4/5/2017).

Narapidana tersebut adalah Muldani (35), warga asal Kota Banda Aceh. Muldani ditetapkan sebagai narapidana Rutan Lhoksukon atas kasus produksi narkotika jenis sabu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, kabupaten setempat beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya saya sudah dapat informasi dari BNN pusat bahwa Muldani akan dijemput karena telah mengajari cara buat sabu kepada sejumlah tersangka yang ditangkap di Depok. Maka tadi BNN datang ke sini (Rutan)," kata Kepala Rutan Lhoksukon, Effendi kepada GoAceh.

Effendi mengatakan, Muldani di bawa ke Jakarta oleh BNN pusat setelah dilakukan interograsi di Rutan. Saat tiba di Rutan, kata Effendi, petugas BNN pusat langsung memperlihatkan surat izin dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI.

Ads
"Ada tiga orang BNN yang datang ke Rutan tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Di antaranya, satu penyidik BNN pusat dan dua lagi petugas BNN Lhokseumawe. Kata Penyidik BNN pusat, Muldani sangat dalam meracik sabu," ujar Effendi lagi.

Effendi menambahkan, penyidik BNN sempat menanyakan keberadaan Handphone yang digunakan Muldani dalam Rutan Lhoksukon sehingga bisa melakukan video call dan mengajari tersangka lain.

Seperti diberitakan GoAceh sebelumnya, Muldani ditetapkan sebagai narapidana atas kasus produksi sabu Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara bersama dua temannya yaitu Edy Subhan dan Muzakir. Sementara Muldani diputuskan mendapat hukuman 15 tahun penjara.
Kategori : Aceh Utara, Umum
www www