Home >  Berita >  Peristiwa

Penelepon Gelap Ngaku Din Minimi Ancam Tembak Warga Aceh Selatan

Penelepon Gelap Ngaku Din Minimi Ancam Tembak Warga Aceh Selatan
Ilustrasi [Ist]
Rabu, 03 Mei 2017 09:06 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Penelepon gelap kembali beraksi, kali ini di Kabupaten Aceh Selatan. Penelepon bersuara pria mengaku Din Minimi itu mengancam akan menambak seorang warga bernama Ari Muzakki serta akan menghabisi keluarganya.

Ari Muzakki mengatakan kejadian tersebut berlangsung kemarin, Selasa (2/5/2017). Dia meyakini bahwa aksi itu dilancarkan sangat erat kaitannya dengan pemberitaan, karena dia juga salah seorang wartawan.

“Kemarin ada penelepon misterius mengancam akan menembak saya karena menolak permintaan pelaku. Selain saya, dia juga mengancam akan mencari dan menghabisi keluarga saya,” kata Ari Muzakki kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (3/5/2017).

Ari menjelaskan, awalnya penelepon dengan nomor telepon seluler (ponsel) 081377376873 tersebut menghubungi salah seorang rekannya sesama wartawan pada hari itu juga sekitar pukul 17.10 WIB. Penelepon tersebut awalnya mengaku bernama Abu Rimba dari Nagan Raya.

Karena rekannya tersebut merasa tidak kenal dengan si penelepon, akhirnya dikirimlah nomor ponsel Ari Muzakkri tersebut. Berselang beberapa saat, kata Ari, penelepon itu langsung menghubunginya.

“Awalnya nada bicara pria misterius itu sedikit berbasa-basi dan masih baik-baik. Dia mengaku saat ini bersama beberapa temannya sedang di Riau. Mereka mengaku orang kepercayaan Irwandi Yusuf dan saat ini mereka sedang menunggu orang-orang Irwandi karena Irwandi sedang di Malaysia," ujar Ari menirukan ucapan pria itu.

Karena merasa penasaran, kemudian Ari Muzakki menanyakan Irwandi yang dimaksud tersebut.

“Gubernur Aceh terpilih,” jawab penelepon dengan nada tinggi.

Mendengar jawaban yang penuh emosi dan arogan, Ari sempat berdebat dengan pelaku sehingga terjadi perdebatan sengit selama beberapa saat.

Ternyata aksi Ari meladeni sikap arogansi si penelepon memancing emosi. Saat itulah penelepon mulai mengeluarkan kata-kata kotor sampai mengancam akan mencari serta menembak Ari beserta keluarganya. 

"Di mana kamu anj*ng, ku tembak kamu. Hati-hati anak istrimu, ku bun*h nanti," ancam pelaku.

Setelah mengancam, sambungan telepon beralih ke orang lain yang diduga masih komplotannya dan mengaku bernama Din Minimi alias Nurdin bin Ismail. Dia bahkan sampai meminta dikirimkan sejumlah uang untuk mengurus masalah anggotanya.

Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Ari. Namun lagi-lagi, Din Minimi palsu itu menebar ancaman dengan nada emosi memuncah.

"Apa kamu bilang? Jadi kamu tidak bisa bantu, di mana kamu ku cari kamu. Ingat! Ku bun*h kamu," demikian ancaman yang dilontarkan pelaku.

Belum berhenti di situ. Setelah sambungan telepon diputuskan secara tiba-tiba. Berselang beberapa saat kemudian pelaku kembali menebar ancaman. Namun ancaman kali ini disampaikan via pesan singkat (SMS) sebanyak dua kali.

Berikut isi SMS tersebut, "Saya din minimi, anggota saya yang lagi bermasalah di Aceh Timur, dimana kamu sekarang?".

Selanjutnya, SMS kedua berisi, "Kau tanya sama si Roki, pernah nggk dia aku tantang, mau ku tembak dia, minta-minta maaf sama aku dia, din minimi berani kau tantang di mana kau sekarang anj*ng".

Sementara itu, Din Minimi asli alias Nurdin Bin Ismail ketika dihubungi wartawan justru membantah keras keterlibatan dirinya dalam pengancaman tersebut.

"Saya tidak melakukannya. Bukan saya itu bang," ujar Din Minimi singkat.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Peristiwa, Aceh Selatan
www www