Pansus DPRK Aceh Selatan Temukan Pekerjaan Proyek Mendahului

Pansus DPRK Aceh Selatan Temukan Pekerjaan Proyek Mendahului
Ketua Tim Pansus I DPRK Aceh Selatan, Lisa Elfirasman.
Selasa, 02 Mei 2017 20:52 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Terkait LKPJ Bupati 2016, Tim Pansus I DPRK Aceh Selatan menemukan kasus pembangunan SDN 3 Tapaktuan sumber APBK 2017 senilai Rp 6,29 miliar telah mulai dikerjakan, meskipun proses tender proyek oleh pihak Unit Lelang Pengadaan (ULP) belum selesai.Temuan itu dibeberkan Ketua Tim Pansus I yang diketuai Lisa Elfirasman dalam laporannya pada rapat paripurna terkait LKPJ Bupati Aceh Selatan tahun 2016 di Kantor DPRK, Tapaktuan, Selasa (2/5/2017).

"Saat tim pansus I turun langsung ke lapangan, kami menemukan pembangunan proyek SDN 3 Tapaktuan di Gampong Lhok Bengkuang sumber APBK 2017 senilai Rp 6,29 miliar sudah mulai dikerjakan meskipun proses lelang di ULP belum selesai," kata Lisa Elfirasman. 

Anehnya lagi, lanjut dia, ketika tim menanyakan kenapa proses kelanjutan pembangunan SDN 3, oleh kontraktor yang sama pada tahun 2016 lalu meskipun proses tender belum selesai, pihak kontraktor dari CV Permata Bunda di bawah pimpinan Keuchik Khairul justru menjawab dengan gamblang, bahwa langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses pekerjaan termasuk agar proses pekerjaan lebih maksimal.

"Atas dasar ini, kami menilai bahwa langkah itu jelas-jelas dan nyata menyalahi aturan hukum. Hal ini juga semakin menguatkan dugaan selama ini proses tender proyek di Aceh Selatan hanya formalitas belaka, karena para pemenangnya memang sudah dikondisikan," kata Lisa Elfirasman.

Untuk memastikan dugaan pekerjaan proyek dimaksud mendahului proses tender, kemudian tim Pansus I menemui pihak Dinas Pendidikan Aceh Selatan.

"Saat kami pertanyakan, pihak dinas justru menyatakan bahwa belum mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada kontraktor bersangkutan, karena paket proyek itu masih dalam proses tender. Pihak dinas juga mengaku tidak pernah menyuruh rekanan mengerjakan proyek sebelum ada perjanjian kontrak," beber Lisa Elfirasman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Martunis yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku belum mengetahui secara persis duduk persoalan sebagaimana dituding oleh tim Pansus I DPRK tersebut.

"Saya baru pulang Umrah dari Tanah Suci Mekkah. Jadi saya belum mengetahui duduk persoalan seperti dituduhkan oleh Tim Pansus I itu. Nantilah akan saya cek dulu, saat saya sudah masuk kantor. Sekarang ini kondisi fisik saya sedang sakit sepulang Umroh," kata Martunis singkat.

Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Aceh Selatan, Aceh, Hukrim
www www