Home >  Berita >  Banda Aceh

Buaya Dipancing Warga di Singkil Akhirnya Mati di Banda Aceh

Buaya Dipancing Warga di Singkil Akhirnya Mati di Banda Aceh
Buaya yang mati akibat tekena mata pancing di Aceh Singkil akhir mati dalam perawatan BKSDA Aceh di Banda Aceh. [Ist]
Selasa, 02 Mei 2017 09:47 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH -Buaya yang diperkirakan berat hampir satu ton dan panjang mencapai lima meter yang dipancing warga di Rantau Gedang, Aceh Singkil beberapa waktu lalu akhirnya mati, Senin (1/5/2017) sore kemarin. Buaya tersebut kini telah dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh ke Banda Aceh.

Hal ini dikatakan Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, dalam siaran tertulis diterima GoAceh, Selasa (2/5/2017). "Akhirnya buaya yang kena pancing mati," ujarnya singkat kepada dalam grup Whatshapp Media Konservasi Aceh di Banda Aceh.
 
Saat ditanyai penyebab kematiannya, Sapto menjelaskan, kemungkinan buaya tersebut mati akibat luka pancing di dalam mulut dan kerongkongannya yang memang belum sembuh dan mengalami infeksi.
 
"Kan kena pancing besar dulu itu, sudah dilepas mata pancingnya. Memang nafsu makan buaya itu sangat rendah dan selama ini kita paksa suapin makan. Luka dalamnya karena mata pancing juga belum pulih, bisa jadi infeksi," jelasnya.
 
Menurutnya, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, buaya yang mengalami luka akibat dipancing memang kecil kemungkinan untuk sukses diselamatkan. "Tapi memang, dari pengalaman teman-teman kalo kena pancing, kecil kemungkinan untuk surivive," katanya.
 
‎Saat ini, pihaknya akan menguburkan bangkai buaya raksasa tersebut di halaman Kantor BKSDA Aceh yang terletak di kawasan Gampong Ajun, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. "Bangkainya akan kita kubur di lahan kantor, ini masih menggali lubang," tambah Sapto.
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya, buaya tersebut dipancing oleh warga yang resah, dikarenakan hewan predator tersebut kerab muncul di kawasan perairan gampong warga dan dinilai mengancam keselamatan warga setempat.
 
Buaya dipancing dengan menggunakan umpan bebek yang dikaitkan ke mata kail berukuran besar. Setelah buaya terpancing dan hal tersebut diketahui pihak BKSDA, awalnya warga enggan menyerahkan buaya raksasa tersebut yang akan dievakuasi ke Banda Aceh untuk diselamatkan dan menuntut ganti rugi atas keberhasilan memancing buaya tersebut sebesar Rp 5 juta.
 
Akhirnya pihak BKSDA berhasil mengevakuasikan buaya tersebut ke Banda Aceh atas izin warga, setelah dilakukan pemberitahuan lebih lanjut dari pihak BKSDA. Saat buaya tiba di Banda Aceh, pihak BKSDA yang dibantu dengan tim dokter hewan Unsyiah langsung berusaha melepaskan mata pancing tanpa bius dengan menopangkan kayu di mulut buaya tersebut.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh Singkil, Aceh, Umum
www www