Home >  Berita >  Umum

Docking Kapal Terbengkalai, Bukti Realisasi Proyek Pemkab Aceh Selatan Asal-asalan

Docking Kapal Terbengkalai, Bukti Realisasi Proyek Pemkab Aceh Selatan Asal-asalan
Bangunan docking kapal di PPI Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan terlihat sudah mulai dimakan karat karena sudah lama mangkrak. [Hendrik]
Senin, 01 Mei 2017 16:22 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Bangunan docking kapal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan yang dibangun 2014 lalu sampai sekarang mangkrak.

Tidak bisa dimanfaatkannya fasilitas infrastruktur bagi nelayan setempat diduga disebabkan karena realisasi proyek yang dikerjakan CV Atifa sumber dana Otsus 2014 senilai Rp1,7 miliar tersebut tidak sesuai spesifikasi kontrak sehingga disinyalir ada "rasuah" di proyek dimaksud.

Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan Publik (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami mengatakan, sudah tiga tahun sejak selesai dibangun 2014 lalu proyek docking kapal tersebut terbengkalai.

Ini membuktikan, program kerja yang dijalankan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra selama ini banyak yang asal-asalan sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Ads
"Banyak proyek yang dilahirkan Pemkab Aceh Selatan selama ini terkesan hanya berorientasi untuk pencitraan demi meraup keuntungan pribadi serta kelompoknya," kata Ali Zamzami kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (1/5/2017).

Menurut dia, fakta yang terjadi di Pasie Meukek tersebut merupakan salah satu contoh kecil dari berbagai macam persoalan serupa lainnya. 

Hal itu terjadi karena program pembangunan yang dijalankan selama ini tanpa adanya kajian dan analisis yang mendalam sesuai kebutuhan masyarakat setempat. 

Buktinya, lanjut Ali Zamzami, akibat pekerjaan proyek docking kapal yang terkesan asal-asalan tersebut telah memaksa para nelayan setempat, saat melakukan perbaikan atau perawatan kapal, masih secara manual. 

Untuk keperluan docking boat, kata dia, para nelayan setempat terpaksa harus menunggu datangnya pasang air laut kemudian menarik boat secara beramai-ramai ke daratan.

"Dengan tidak bisa dimanfaatkannya docking kapal tersebut sampai saat ini, maka realisasi proyek itu sama dengan menghambur-hamburkan uang negara," sesalnya.

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www