Home >  Berita >  Umum

Realisasi Program Kerja Bupati Aceh Selatan Dinilai Banyak Tumpang Tindih

Realisasi Program Kerja Bupati Aceh Selatan Dinilai Banyak Tumpang Tindih
Ilustrasi
Sabtu, 29 April 2017 13:01 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) mengkritik klaim Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra yang menyatakan selama empat tahun masa pemerintahannya (22 April 2013–22 April 2017) telah mampu meningkatkan laju pembangunan daerah serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sebab kenyataan di lapangan, kondisi perekonomian masyarakat dan ketersediaan fasilitas infrastruktur di pelosok-pelosok gampong daerah tersebut justru hancur-hancuran.

Baca: Rakyat Aceh Butuh Pembangunan Infrastruktur

Klaim Bupati tersebut terkesan menjurus kepada pembohongan publik dan pencitraan menghadapi Pilkada 2018.

Ads
“Barometer penilaian yang dia terapkan itu tidak jelas atau mengambang. Apakah tingkat pertumbuhan ekonomi seluruh masyarakat atau masyarakat di pusat ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan saja," kata Ketua LSM LIBAS, Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat (28/4/2017). 

Lanjut dia, faktanya di lapangan sekarang ini, kondisi perekonomian masyarakat di pelosok-pelosok gampong sedang morat-marit berbeda jauh dari klaim keberhasilan seperti diutarakan oleh Bupati HT Sama Indra tersebut. 

Menurut dia, terjadinya kesenjangan ekonomi yang sangat mencolok di tengah-tengah masyarakat setempat tidak terlepas dari program pembangunan yang direalisasikan oleh Pemkab Aceh Selatan banyak yang tidak tepat sasaran serta terkesan diskriminatif.

Dia mencontohkan seperti terkait realisasi paket proyek pengaspalan jalan hot mix. Soalnya, ada temuan kasus di wilayah-wilayah tertentu program pengaspalan jalan tersebut justru dilakukan secara tumpang tindih yakni meskipun sudah ada aspal namun kembali ditimpa lagi aspal hot mix yang baru.

Sementara, sambung Mayfendri, badan jalan yang menghubungkan antar gampong di wilayah-wilayah tertentu dimana kondisinya sudah rusak berat karena di sisi kiri dan kanannya sudah dipenuhi lobang-lobang besar dan dalam, sehingga sudah seperti kubangan kerbau, justru tidak masuk dalam program skala prioritas pengaspalan jalan.

Salah satu contohnya seperti yang terjadi selama ini di wilayah Kecamatan Kluet Timur. Masyarakat di wilayah itu sudah sangat menderita menghadapi badan jalan yang rusak parah sejak beberapa tahun lalu namun hingga kini belum diaspal hotmix oleh Pemkab Aceh Selatan.

Baca: Pemkab dan Masyarakat Gayo Lues Dukung Pembangunan Geotermal

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www