Home > Berita > Aceh

Aceh Promosikan Wisata di Negeri Sembilan Malaysia

Aceh Promosikan Wisata di Negeri Sembilan Malaysia
Ilustrasi--Pantai Tapaktuan. [FOTO : detik.com/ Irwan Hermawan]
Sabtu, 29 April 2017 11:28 WIB

SEREMBAN - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terus melakukan berbagai strategi memperluas jaringan kerja sama promosi Wonderful Indonesia di luar negeri. Salah satunya melalui kegiatan penjualan paket wisata atau sales mission di tiga kota di Malaysia, 26-28 April. Berbagai tujuan wisata di Aceh ikut dipromosikan pada ajang ini.

Rangkaian sales mission yang dimulai di Royale Bintang Resort - Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu (26/4) itu turut dihadiri Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara yang diwakili Kabid Misi Penjualan Asia Tenggara, Pupung Thariq Fadillah.

Seusai dirinya menyampaikan sambutan dilanjutkan Pemaparan Potensi Destinasi Wisata Daerah oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Pahlevi diwakili Kabid Pemasaran, Rahmadhani dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso.

Rahmadhani yang merupakan salah satu narasumber pada acara itu mengatakan kegiatan tersebut sangat penting untuk mempertemukan para agen perjalanan wisata (sellers meet buyers) dengan memperkenalkan paket-paket wisata menarik di daerah.

Ads
“Kegiatan sales mission bisa menjadi salah satu strategi pemasaran pariwisata, di samping juga melalui kegiatan branding dan advertising,” kata Rahmadhani seperti dikutip dalam siaran pers dikirim ke Serambi kemarin.

Rahmadhani mengatakan dirinya mengawali presentasi tentang kondisi Aceh, termasuk mengangkat soal branding baru wisata Aceh “The Light of Aceh” yang merupakan bagian dari Wonderful Indonesia. Menurutnya, beberapa paket wisata menarik dan tematik juga berhasil meramaikan sales misson di Malaysia.

Dia berharap melalui kegiatan ini, kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya Malaysia makin meningkat setiap tahun, seperti pada 2016 jumlah wisatawan Malaysia ke Aceh sekitar 30.038 orang atau meningkat dibanding 2015 yang ketika itu 21.046 orang.

Selain di Royale Bintang Resort-Seremban, kegiatan Sale Mission juga berlangsung berturut-turut di Novotel-Melaka dan di Mutiara Hotel-Johor Bahru yang dihadiri 15 seller dari berbagai daerah, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kepri, Jakarta, Jatim, Yogyakarta dan Bali dan sekitar 20 buyers dari masing-masing kota melalui sistem Round Robin (sellers meet buyers) dengan waktu per sesi enam menit.

Sedangkan turut hadir dalam kegiatan ini selain unsur Kemenpar RI, juga dari KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru, dan Garuda Indonesia

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga mengatakan kemajuan industri pariwisata Aceh saat ini dan isu-isu strategis lainnya sangat penting dibahas dan diklarifikasikan. Menurutnya, hal ini tak hanya menyangkut tentang industri pariwisata yang makin berkembang, aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang makin baik, tetapi juga tentang pencitraan Aceh yang masih negatif di luar, seperti pemakaian hijab, keamanan, dan konektivitas.

Karena itu, kata Rahmadhani, kegiatan Sales Mission di Malaysia juga menjadi momen penting memperbaiki pencitraan Aceh yang masih negatif oleh sebahagian pelaku industri di Malaysia, sehingga dari Aceh sendiri juga hadir pelaku industri pariwisata, yakni Mahlizar dari Biro Perjalanan Wisata “The Great Wall” yang diundang oleh Kementerian Pariwisata RI. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:aceh.tribunnews.com
Kategori:Aceh, Umum
wwwwww