Home >  Berita >  Lhokseumawe

Tim Percepatan KEKAL Tanggapi Positif Saran Anggota DPRA

Tim Percepatan KEKAL Tanggapi Positif Saran Anggota DPRA
Tim percepatan KEKAL, Fathurrahman Anwar. [Ist]
Kamis, 27 April 2017 19:52 WIB
Penulis: Safdar S
BANDA ACEH - Tim percepatan KEK Arun Lhokseumawe (KEKAL), Fathurrahman Anwar menyambut baik saran dari anggota DPRA Abdullah Saleh agar Pemerintah Aceh membuka diri untuk menerima saran dari berbagai pihak yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman, terkait skema pengelolaan kawasan ekonomi khusus ( KEK ) Arun Lhokseumawe.
Sudah seyogyanya lembaga di luar Pemerintah Aceh dapat ikut secara aktif untuk memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan yang membuka ruang bagi para ahli tersebut untuk menyampaikan hasil kajian ilmiah yang mereka lakukan.
 
 
"Tokoh-tokoh masyarakat untuk hadir dalam forum tersebut, menyampaikan pandangan dan analisa mereka," harapnya, seperti disampaikan kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (27/4/2017).
 
Dikatakan dia, hal ini tidak hanya sekadar penyampaian pendapat, tetapi harus disiapkan juga analisis-analisis sehingga menjadi forum ilmiah yang dilengkapi dengan hasil penulisannya, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe.
 
"Kita beri waktu satu dua minggu ke depan untuk mempersiapkan kajian ilmiah tersebut, sehingga ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat banyak," harapnya.
 
Di sampingnya itu, katanya lagi, hal ini ibarat gayung bersambut, di mana antara eksekutif dan legislatif mengusulkan hal yang sama.
 
"Nanti rekomendasi dari forum tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dan masukan dalam pengelolaan KEK Arun," ucapnya.
 
Menurutnya, itu berbicara kemampuan pemerintah daerah tentang manajemen dan pendana, kawasan KEK Arun tersebut insfratruktur sudah tersedia tidak seperti di daerah lain.
 
"Baik jalan, pelabuhan dan insfratruktur pendukung lainnya sudah ada, di kawasan tersebut juga sudah ada pelaku bisnis, jadi ini tidak butuh dana triliunan lagi, sesuai analisis yang kita butuhkan kita hanya butuh dana Rp 170 milyar untuk itu," bebernya.
 
 
Dia berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung pengelolaan KEK Arun, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya hal ini demi pembangunan Aceh ke depannya.
Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Lhokseumawe, Banda Aceh, Aceh, Ekonomi
www www