Home >  Berita >  Umum
Gudang Terbatas

Ribuan Sak Semen di Pelabuhan Tapaktuan Hancur

Ribuan Sak Semen di Pelabuhan Tapaktuan Hancur
Pekerja sedang menutup semen dengan terpal di pekarangan luar gudang penyimpanan semen di Pelabuhan Tapaktuan, Kamis (27/4/2017). [Hendrik]
Kamis, 27 April 2017 16:02 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN -  Sejumlah distributor semen di Aceh Selatan mengeluhkan kondisi fasilitas gudang penyimpanan semen di Pelabuhan Bongkar Muat Barang, Tapaktuan yang hanya tinggal satu lagi dengan kapasitas daya tampung sekitar 25.000 sak. Sementara gudang semen satu lagi yang berada di luar areal pelabuhan atau persis berada di samping Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III, Tapaktuan, telah ditukar guling dengan Pemkab Aceh Selatan.

Salah seorang agen semen di Tapaktuan, Jawawir, mengatakan kondisi keterbatasan tempat penyimpanan semen tersebut telah mengakibatkan mereka menanggung kerugian besar. Karena sekali bongkar semen dari kapal mencapai 60.000 – 70.000 sak, sehingga memaksa mereka menyimpan semen di lapangan terbuka di luar gudang.

“Kondisi itu telah mengakibatkan 1.200 sak lebih dari 29.000 sak semen milik saya yang baru selesai dibongkar dari atas kapal sekitar empat hari lalu mengalami kerusakan sehingga tidak bisa pakai lagi. Kerusakan disebabkan karena semen-semen tersebut terpaksa harus disimpan di pekarangan luar gudang, di bawah guyuran hujan dan teriknya sinar matahari,” kata Jawawir kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (27/4/2017).

Karena itu, dia mengharapkan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut segera membangun fasilitas gudang penyimpanan semen yang berkapasitas melebihi 100.000 sak semen di Pelabuhan Tapaktuan tersebut. Sehingga mereka tidak lagi harus menanggung kerugian besar.

Tidak hanya masalah gudang, distributor semen di Pelabuhan Tapaktuan juga meminta kepada Kementerian Perhubungan agar segera membangun penambahan fasilitas dermaga. Lantaran sekarang ini kapal-kapal pengangkut semen yang hendak melakukan pembongkaran di Pelabuhan Tapaktuan harus mengantre dalam jangka waktu yang lumayan lama.

Kondisi itu sangat kontraproduktif dengan persoalan kelangkaan semen yang sering terjadi di daerah ini khususnya di penghujung tahun. Karena di masa-masa itu mengharuskan para rekanan pelaku jasa konstruksi menyelesaikan paket pengerjaan proyeknya sehingga dengan demikian permintaan terhadap semen pun meningkat drastis.

“Sayangnya, di saat kami hendak memasok semen dalam jumlah banyak untuk menghindari terjadinya kelangkaan dan melambungnya harga semen di Aceh Selatan, kami justru mengalami kendala dan hambatan yang sangat fatal. Yakni selain terbatasnya fasilitas gudang penyimpanan semen juga mengalami kendala dalam melakukan pembongkaran semen dari kapal karena fasilitas dermaga yang tersedia hanya satu unit,” ungkap Jawawir.

 

 

Ads
Editor : Zainal Bakri
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www