Home >  Berita >  Umum

Kepala Rutan Tapaktuan Diduga Pungli Napi Dalam Pengurusan PB

Kepala Rutan Tapaktuan Diduga Pungli Napi Dalam Pengurusan PB
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Tapaktuan
Kamis, 27 April 2017 12:02 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Sejumlah narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan mengeluhkan realisasi hak-hak mereka seperti terkait Pembebasan Bersyarat (PB) yang telah mereka ajukan sejak 2016 lalu tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Ironisnya lagi, beberapa napi ada yang telah melewati masa hukumannya namun PB yang mereka urus belum kunjung turun.

Hasbibullah (34), warga Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan terpidana 2 tahun 10 bulan dalam kasus pencurian kendaraan motor (Ranmor), kepada wartawan yang datang berkunjung ke Rutan tersebut, Rabu (26/4/2017) mengatakan seharusnya dia telah bebas pada Maret lalu jika PB telah turun.

“Saya telah mengajukan pengurusan PB kepada Kepala Rutan Tapaktuan, Irman Jaya, sejak November 2016. Dalam pengurusan itu saya juga turut menyerahkan uang pelicin kepada Irman Jaya sebesar Rp500 ribu ditambah Rp200 ribu lagi untuk pejabat lainnya di Rutan Tapaktuan,” ungkap Hasbibullah.

Namun anehnya, PB yang diimpi-impikan tersebut hingga saat ini belum kunjung turun meskipun telah melewati batas waktunya. Tragisnya lagi, terkait belum jelasnya PB dimaksud justru tidak ada penjelasan apapun dari pihak Rutan.

Ads
Celakanya lagi, ungkap dia, di saat para napi hendak menjumpai Kepala Rutan untuk mempertanyakan terkait realisasi PB tersebut, Irman Jaya justru terkesan sering menghindar dari mereka dengan mengutarakan berbagai alasan yang tidak logis.

Salah seorang Napi lainnya, Ihsan yang merupakan napi kasus narkoba dengan hukuman 4 tahun 7 bulan telah menjalani masa pidana 2 tahun 7 bulan.

Dia juga mengaku telah mengurus PB namun hingga kini PB yang diajukan melalui Kepala Rutan tersebut tidak pernah terdengar kabar kapan akan turunnya.

“Kami para napi yang telah mengusulkan PB sejak bulan 11 tahun lalu, saat ini sudah mulai tidak nyaman. Sepertinya kami sudah didzalimi di sini. Kalau dihitung-hitung kami sudah melewati waktu masa PB. Kalau kami tanya sama Pak Irman Jaya selalu diberi harapan tidak ada penjelasan yang jelas," papar Ihsan.

Menurutnya, Kepala Rutan tidak pernah memberi peluang kepada para napi untuk mempertanyakan kabar kapan turunnya PB mereka. Sementara di sisi lain untuk pengurusan PB mereka harus mengeluarkan sejumlah uang yang lumayan besar.

“Kami hanya minta diberi penjelasan mengapa PB kami sampai sekarang belum turun. Kami kan ada kasih uang juga supaya cepat turun, kalau memang tidak bisa PB kenapa tidak dari awal diberitahu. Tapi kenyataannya kami malah disuruh urus PB tapi hukuman hampir murni juga kami jalani sedangkan PB yang diharap-harap tak kunjung turun-turun," sesal Ihsan.

Baca: Tuntut Kepala Rutan Idi Dipindahkan, Napi Buat Rusuh

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www