Home >  Berita >  Umum

Dua Remaja di Bener Meriah Coba Bunuh‎ Diri Bersama

Dua Remaja di Bener Meriah Coba Bunuh‎ Diri Bersama
Barang bukti berupa cairan racun tanaman yang diminum kedua korban yang diamankan polisi. [Ist]
Kamis, 27 April 2017 06:45 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

REDELONG - Warga Gampong Bujang, Kecamatan Bukit, Bener Meriah N (16), dan warga Gampong Ujung Gele, Kecamatan Bukit, S (16), yang diketahui merupakan siswi di SMK Negeri 1 Bukit, Bener Meriah‎, nekad mencoba bunuh diri dengan meminum racun tanaman (jenis Gromoxon) yang dicampurkan dengan bensin.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Deden Somantri mengatakan, ‎peristiwa ini terjadi di rumah salah satu korban yakni di kawasan Gampong Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Selasa (25/4/2017) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. "‎Saksi bernama Nadia (16), Pelajar di sekolah yang sama,  mengatakan, dirinya diajak oleh kedua korban untuk pergi ke rumah korban S menggunakan sepeda motor," ujarnya kepada GoAceh, Rabu (26/4/2017) malam.

‎Di tengah perjalanan dari sekolah menuju rumah korban, kedua korban meminum minuman kaleng bersoda yang dicampurkan dengan pewarna pakaian dan kaleng tersebut dibuang di pinggir jalan. Setiba di Pasar Simpang Tiga, Nadia diturunkan kedua rekannya dan disuruh menunggu, kemudian keduanya kembali dengan menjemput saksi. 

"Dalam perjalanan, mereka berhenti. Salah satu korban membuka bagasi motornya dan mengeluarkan sebotol cairan racun tanaman. Cairan tersebut dicampurkan dengan bensin dan diminum secara bergantian oleh kedua korban," ungkap Kapolres.

Ads
Nadia yang mengetahui hal itu, merebut botol cairan tersebut dan berusaha mencegah keduanya melanjutkan meminum racun yang dicampurkan dengan bensin itu. Setelah berhasil merebut botol, Ia meletakkannya kembali ke dalam bagasi motor yang mereka tumpangi.

‎"Tak lama kemudian, saksi melihat keduanya sempoyongan. Keduanya dinaikkan ke atas sepeda motor dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh saksi, guna mendapatkan perawatan medis. Setiba di Rumah Sakit Muyang Kute, kedua korban muntah-muntah dan tidak sadarkan diri. Saksi tidak mengetahui motif kedua korban yang nekat mencoba bunuh diri," jelas Kapolres.

‎Berdasarkan keterangan kedua orang tua N dan S, sebelumnya kedua korban pernah menerima surat panggilan terakhir dari pihak sekolah, dikarenakan sudah 10 hari keduanya tidak masuk sekolah. "Namun panggilan tersebut belum sempat dihadiri para orang tua korban. Kedua orang tua para korban juga tidak mengetahui apa motif yang dilakukan kedua anak mereka. Selama ini, keduanya belum pernah mengeluh atau terlibat persoalan apapun, baik di rumah, sekolah atau pun di lingkungan sekitar," katanya.

Kasus ini masih ditangani pihak kepolisian Polres Bener Meriah, guna mengetahui motif kedua korban yang nekat mencoba bunuh diri.

Editor : TAM
Kategori : Umum, Bener Meriah
www www