Home >  Berita >  Hukrim

UPK Pasie Raja Diduga Selewengkan Dana Simpan Pinjam

UPK Pasie Raja Diduga Selewengkan Dana Simpan Pinjam
Ilustrasi
Rabu, 26 April 2017 18:09 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dana simpan pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan diduga menggelapkan dana simpan pinjam sejak 2010 hingga 2014 senilai miliaran rupiah.

Keterangan dihimpun, Rabu (26/4/2017) praktik culas itu terungkap kepermukaan disebabkan karena antara saldo kas sekarang ini yang dikelola pihak pengurus UPK baru dengan jumlah alokasi anggaran simpan pinjam yang telah dikucurkan melalui sumber program PNPM Mandiri Pedesaan ke Kecamatan Pasie Raja sejak 2010 silam tidak sesuai lagi atau berkurang signifikan karena diduga telah terjadi penyimpangan.

Baca: Kajari Bireuen: Penyelidikan Penyelewengan Dana Gampong, Tak Ada Kaitan dengan Raskin

"Dari sekitar Rp4 miliar lebih jumlah anggaran simpan pinjam yang dikelola UPK Pasie Raja sejak beberapa tahun lalu, saldo anggaran sekarang ini tinggal sekitar Rp1,5 miliar lagi. Sedangkan selebihnya sudah tidak diketahui lagi kemana rimbanya," kata salah seorang pengurus Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Pasie Raja kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (26/4/2017).

Ads
Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasi tersebut mengungkapkan, carut-marutnya pengelolaan dana simpan pinjam tersebut semakin menggelinding ke permukaan pasca pergantian pengurus UPK 2013 lalu. 

Soalnya, pengurus UPK lama di bawah kepemimpinan Ismail sampai sekarang ini belum melakukan serah terima laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana simpan pinjam kepada pengurus UPK baru di bawah kepemimpinan Edi Patria. 

Akibatnya, pengurus baru UPK Pasie Raja mengalami kendala dan hambatan dalam mengontrol dan mempertanggung jawabkan dana simpan pinjam yang telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat termasuk untuk menjalankan kelanjutan program dana bergulir tersebut kepada penerima manfaat lainnya.

"Intinya, dari jumlah keseluruhan anggaran dana simpan pinjam ke Pasie Raja sejak beberapa tahun lalu yang mencapai Rp4 miliar lebih, jumlah saldo kas yang masih tersedia sekarang ini sudah jauh berkurang. Ironisnya lagi, penerima dana tersebut didominasi penerima pasif. Artinya banyak macet sehingga tidak bergulir ke penerima manfaat yang lain," ungkap sumber.

Camat Pasie Raja, Said Ali yang dikonfirmasi wartawan di kantornya, Rabu (26/4/2017) membenarkan, pengelolaan dana simpan pinjam oleh UPK setempat terjadi persoalan, sehingga telah memantik aksi protes dari kalangan masyarakat lainnya.

Namun, Said Ali menyatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara persis bagaimana bentuk dugaan persoalan dimaksud.

Namun yang pasti, menyikapi persoalan tersebut beberapa waktu lalu telah digelar rapat oleh Pemerintah Kecamatan Pasie Raja bersama UPK yang dihadiri para keuchik dan BKAD.

“Intinya, meminta kepada UPK agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Apapun hasilnya nanti akan disampaikan secara terbuka dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) yang akan digelar akhir April ini," papar Said Ali.

Baca: LSM di Aceh Tenggara Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Gampong ke Kejari

Editor : Yudi
Kategori : Hukrim, Aceh Selatan
www www