Home >  Berita >  Umum

Terkait Patung, GKF MPU Tanyakan Keseriusan DPRK Subulussalam

Terkait Patung, GKF MPU Tanyakan Keseriusan DPRK Subulussalam
Ilustrasi [Ist]
Rabu, 26 April 2017 08:27 WIB
Penulis: Khairul
SUBULUSSALAM - Gerakan Kawal Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (GKF MPU) Aceh mempertanyakan keseriusan DPRK Subulussalam terkait aksi penolakan sejumlah elemen masyarakat setempat terhadap pembangunan 10 unit patung di daerah ini.
Koordinator GKF MPU, Edi Sahputra Bako diterima GoAceh, Rabu (26/4/2017) mengatakan, belum lama ini mereka telah menggelar pertemuan bersama unsur GKF MPU Aceh yang terdiri dari FPI, YARA, LP-KaPuR, LIRA, ATaP dan GAS dengan wakil rakyat di Gedung DPRK.
 
Dalam pertemuan itu, disepakati penolakan terkait rencana Pemko Subulussalam untuk membangun patung menari dan merevisi grand designnya dalam bentuk bangunan yang tidak melanggar syariat Islam.
 
"Kami menyampaikan hal itu untuk disampaikan ke pihak eksekutif secepatnya agar tender proyek pembangunan jangan sampai tayang karena bisa memicu kecaman dan gerakan umat di negeri Sada Kata," tulis Edi dalam siaran tertulisnya.
 
Dikatakan, dalam tenggang waktu sepekan pihaknya sudah akan dikonfirmasi realisasinya, namun sangat disayangkan karena hingga rilis ini diterima belum ada sikap dan langkah yang ditempuh oleh lembaga wakil rakyat tersebut.
 
Disesalkan, ketika dirinya mencoba menghubungi salah seorang pimpinan DPRK, telepon seluler yang bersangkutan tidak diangkat. "Miris kita melihat fenomena ini," sesalnya pastikan, hari ini pihaknya memperjuangkan Syariat Islam di Kota Subulussalam agar tidak dikotori dengan pembangunan patung yang tidak bermanfaat untuk rakyat.
 
Edi menilai, sebagai wakil rakyat harusnya peka dan peduli terhadap aspirasi rakyat. Dia juga sesalkan indikasi, anggaran pembangunan patung tidak diketahui pihak legislatif dan ketidakseriusan ini menjadi salah satu indikator kalau posisi mereka juga tidak jelas dalam persoalan rencana itu.
 
"Jangan salahkan, jika rakyat bertindak yang memicu konflik karena sangat sensitif," pesan Edi menilai, lembaga legislatif tidak bernyali meyakinkan pihak eksekutif untuk membatalkan proyek pembangunan patung itu.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Subulussalam
www www